“Kalau masih pakai BPJS, gausah banyak bacot!”

“Kalau masih pakai BPJS, gausah banyak bacot.”

Mohon maaf, BPJS itu tetap bayar. Saya sendiri bayar untuk lima orang (ibu, saya, istri, dan dua anak) karena tinggal serumah.

Jadi, saya bayar rutin tiap bulan, tanpa pernah sekali pun terlambat atau menunggak.

Saya bukan mengemis. Saya bayar!

🥰

(Rumail Abbas)

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. orang yang ikut BPJS ga mungkin ingin sakit. bisa jadi ada yang niatnya membantu orang lain yang sakit. bagi inisiator BPJS dan orang² yang ikut serta BPJS adalah orang² mulia ikut serta peduli meringankan orang yang sakit. para operator dilapangan (karyawan) memanfaatkan pejabat² bermental korup untuk ikut serta menikmati uang haram. semua pejabat (eksekutif, legislatif dan yudikatif) sudah waktunya untuk diamputasi, mereka mayoritas bandit² sengak.

  2. Ebggak lah. Banyak pasien juga pintar kok. Operasi jantung ratusan juta pakai BPJS, kontrolnya minta di poli VVIP. Bahkan dulu ada yang disuruh kontrol setelah pasang ring pakai BPJS. Wah maaf dok dua minggu ini saya mau ke Eropa dulu

      1. jika sdh membayar iuran/premi, artinya berhak mendapat layanan, jgn disangkutin sama orang lain dooooong. kenapa negara (BPJS), bikin premi 150 ribu, bikin dong 1 juta per bulan per orang (biar banyak rakyat mati kelaparan)

  3. Saya juga pernah nemuin kasus anak kost yang nahan lapar. Uang tinggal 250 terkena auto debet BPJS 150 ribu. Bayangkan itu kalau 1 keluarga 5 orang. 750 ribu sama dengan nyicil motor seumur hidup. Kalau gaji rata-rata 5-10 juta lumayan kerasa.

  4. perawat DAJJAL, emang banyak di Puskesmas, padahal dia dapet gaji dari uang BPJS juga (jasa medis lah, insentif lah, entah apa namanya). BPJS itu asuransi murni