Pasukan Sandal Jepit

Benar benar pasukan sendal jepit, bahkan tanpa sendal. Tanpa senjata canggih, rompi anti peluru, dan tanpa pesawat tempur generasi kelima.

Perlawanan terhadap pendudukan Yaman oleh Saudi, UAE, dan pemerintahan buatan asing di Aden saat ini tidak akan lama survive.

Secara jumlah penduduk, Houthi saat ini telah menguasai 70% lebih penduduk Yaman. Houthi telah menguasai kota kota mayoritas jumlah penduduk termasuk ibukota Sanaa.

Di depan Saudi dan koalisinya saat ini tidak banyak pilihan, berunding dengan Houthi, mengangkat blokade terhadap Yaman, dan mengaku kalah.

Atau melanjutkan konfrontasi militer baik dengan bantuan AS, Inggris, negara teluk, atau Turki atau Pakistan. Maka konflik akan semakin meluas dan Saudi akan lebih menderita.

Pemerintah Yaman yang didukung Saudi saat ini pecah dari dalam. Saling curiga antara blok mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, Sisa sisa loyalis UAE, Ikhwanul Muslimin, dan tentara bayaran lainnya.

Secara kekuatan, Aliansi Saudi di Yaman saat ini melemah secara drastis, mereka hanya menguasai Taiz, Aden, dan Maarib. Selebihnya sudah ada dalam bayang bayang pengaruh Houthi.

Jika ekonomi Saudi terganggu karena blokade di Bab Al Mandeb dan karena banyak kilang minyak dan pipa minyak Saudi yang dibom Houthi. Maka pendanaan ke pemerintah dukungan Saudi di Yaman akan semakin melemah.

Pemerintah Yaman versi Saudi di Aden saat ini tidak mampu bertahan jika pasokan uang dari Riyadh berhenti bahkan walau seminggu saja. Mereka bergantung total secara ekonomi dan militer kepada Riyadh.

Perlu dicatat, Tidak semua kerusakan dunia Islam itu murni akibat campur tangan musuh atau karena adu domba musuh, baik AS atau Israel.

Banyak juga negara muslim yang kacau karena ambisi para pemimpin mereka yang tiran dan bodoh dalam mengelola kekuasaan. Musuh hanya memanfaatkan kebodohan itu lalu menunggangi nya untuk kepentingan mereka.

(Tengku Zulkifli Usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

  1. Fakta terang benderang, bukan ghuluw thd penguasanya dan bukan buzzer bayaran, tdk mkn diingkari seorang Suni sejati, kecuali jahanam Syi’ah, Sufiyah dan Suni keblinger. Arab Saudi :

    📌Negeri salafy yang paling utama sejak seribu tahun. Tidak ada negeri setelah tiga generasi utama yg menyebarkan tauhid dan akidah salafiyah yang lebih utama daripada Arab Saudi.

    📌Negerinya dua tanah haram (Al Haramain), penyokong tauhid dan pijakan dakwah salafiyah.

    📌Satu²nya negeri, yg sangat memuliakan Sahabat dan Istri Nabi, siapapun, yg berani melanggarnya, baik tulisan maupun ucapan, akan mendapat hukuman yg sangat keras, tidak spt negeri majusi syiah Iran.

    📌Negeri, yg memberi hukuman yg sama, bagi siapapun, yg berani menyatakan baik dg tulisan dan ucapan, yg merendahkan dan menuding Al Qur’an di Tahrif (di edit), tidak spt negeri majusi syiah Iran.

    📌Negeri, satu²nya, tidak akan anda temukan, kitab², terbitan kapanpun, yg beredar, melecehkan Sahabat dan Al Qur’an, banyak yg dihukum spt Hasan Farhan Al Maliki, Muhammad Alwi Al Maliki dll, tidak spt negeri majusi syiah Iran.

    📌Satu² negeri, yg tdk ada ritual² bejad, ritual² primitif, spt mukul² diri, makan tai, mandi lumpur, dan kekotoran lainnya, spt yg ada di negeri majusi syiah Iran.

    📌Satu²nya, negeri, dg konstitusi Al Qur’an dan Sunah (jelas Islam), beda dg negeri majusi syiah Iran, kostitusinya, Ushul dien = Syiah rafidhah Imamiyah Itsna Asyariyah
    , jelas bukan Islam ‼️

    📌Satu²nya negeri, yg paling dibenci, banyak dihujat oleh para jahanam Syiah dan antek²nya, melebihi kebencian Yahudi dan Nasrani. Birahi mereka, penghancuran Al Saud dan Mekah, pindahkan ke Najaf dan Qum (mau bukti ilmiyah ?)

    📌Selama berkuasanya Al Saud, pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah, berlangsung Aman, banyak kemudahan, fasilitas pelayanan selalu ditingkatkan. Begundal² syiah jahanam Iran, karena hasad, mengukuti junjungannya Abdullah bin Saba’ dan Qaramithah, selalu bikin onar dan kerusuhan, yg makan banyak korban para jamaah dan askar Arab Saudi.

    📌Karena jasa besar dua mujtahid yg haqq, dua kerabat Keluarga Al Saud dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Arab Saudi tidak pernah di jajah, yg berani melawan Utsmani dan lainnya. Pada masa ketika kekuatan kolonial memetakan ulang dan merebut sebagian besar negeri Arab—dari Aljazair hingga Mesir, dan dari Irak hingga Yaman—Kerajaan Arab Saudi tetap kukuh dan tidak tersentuh. Apakah ini kebetulan semata, atau ada kisah besar di balik pengecualian ini?
    Sejak abad ke‑18, Pangeran Muhammad bin Saud dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membentuk persekutuan yang melahirkan gerakan perlawanan terhadap dominasi asing dan menandai kelahiran negara Saudi.

    Kalau tdk dikuasai dua kerabat Keluarga Al Saud dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab maka Syiah, Ahlul Makam dan ahlul Dongeng akan membuka peluang penjajahan…

    📌Jasa terbesar “Wahhabi” Arab Saudi bagi Umat Islam, zaman Ahmad Zaini Dahlan, semrawutnya Masjidil Haram, memiliki lima pengimaman, dalam pelaksanaan sholat berjama’ah. Ketika shalat berjamaah ditegakkan, maka mereka shalat berjamaah secara bergiliran berdasarkan perbedaan madzhab. Keanehan, pada waktu shalat Magrib, yg waktunya sempit. Muaddzin mazhab syiah Zaidiyyah mengumandangkan adzan, mengganti lafal ‘hayya ‘alal falah’ dengan ‘hayya ala khairil amal’, seperti yang dulu didengar di Kota Shon’a atau di Dzammar, Yaman. Masjidil Haram sangat semrawut (crowded). Ahmad Zaini Dahlan, seorang penganut syiah (mau bukti ?).
    Raja Abdulaziz Al Saud satukan Shaff Shalat Di Masjidil Haram Makkah. Hal ini dimulai pada tahun 1343 H, sekitar 100 tahun yang lalu. Kalau tdk, bayangkan apa yg terjadi saat ini, akan dirusak Syiah Imamiyah dan ajaran sesat lainnya !!

    1. 📌Kalau tdk ada Al Saud (karena Allah), bukan mustahil, Arab Saudi, dikuasai zionis. Mau bukti ?
      Anda perlu baca, spy tdk dikelabui golongan Zainiyyun (ahmad zaini dahlan), Tarimiyyun dan Zindiqiyyun.
      Fakta sejarah :
      Pada tahun 1919 terjadi perjanjian Weizmann (Presiden pertama negara Israel pada tahun 1949) dg Faisal bin Husein, putra Syarif Mekkah. Isinya menyangkut alasan ekonomi dan strategi pembangunan kawasan dengan cara memasukkan 𝗬𝗮𝗵𝘂𝗱𝗶. Dr. Chaim Weizmann sendiri adalah tokoh 𝗭𝗶𝗼𝗻𝗶𝘀 𝗶𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹, Presiden pertama negara Israel pada tahun 1949, sedangkan Emir Faisal menjadi representasi keluarga Hasyimiyah (Sufi).

      Berikut poin-poin perjanjian Weizmann- Faisal bin Husein (syarif Mekah) :
      1. Kedua belah pihak akan bekerjasama dengan baik, termasuk untuk merangsang migrasi besar-besaran Yahudi Eropa. Perlindungan terhadap petani lokal juga harus diberikan, dan kesepakatan memiliki tempat ibadah masing-masing (tempat suci)
      2. Berdirinya negara Palestina (bersama) akan ditentukan di masa mendatang
      3. Zionis Yahudi akan membantu bangsa Arab setempat untuk memajukan ekonomi kawasan tersebut
      4. Tiap masalah akan diselesaikan di bawah payung hukum Inggris
      5. Menjamin kebebasan beragama tanpa saling singgung

      Pasca perjanjian, imigran Yahudi Eropa terus mengalir (Aliyah) ke kawasan Palestina. Jumlah mereka meningkat signifikan dari tahun ke tahun di banding era sebelumnya. Tanah yang mereka miliki juga terus meningkat. Fenomena tersebut sempat menimbulkan pemberontakan warga Arab Palestina pada tahun 1936 terhadap mandat Inggris.

      Setelah mandat Inggris berakhir tanpa solusi, tahun 1947 PBB membagi kawasan Palestina menjadi 2, sebagian untuk Arab dan sebagian lainnya untuk Yahudi. Namun atas dukungan dan pengakuan Amerika serta Uni Soviet, pemukim Yahudi berhasil mendirikan negara Israel di bawah PBB. Sebelumnya, kemenangan dalam perang Arab-Israel pertama juga membuat Israel makin banyak mencaplok wilayah baru. (rslh)

      Ada satu nama terkenal yang menjadi penasehat militer sekaligus kepanjangan tangan sekutu bagi keluarga Hasyimiyah, yaitu agen Inggris bernama T. E. Lawrence atau dikenal sebagai “Lawrence of Arabia”.

      Syarif Mekkah, pencetus ‘Arab Revolt’ melawan Turki, meninggalkan Hejaz pada tahun 1924 setelah terdesak oleh pasukan Ibnu Saud dari Nejd, Inggris tidak membantunya saat diserang Saudi. Ia meninggalkan putranya Ali atas kontrol Mekkah, Syarif Husein pergi terasing ke Siprus dan kemudian wafat di Amman (saat masih administrasi Trans Jordan) pada tahun 1931.
      (Sumber: Sejarah Yordania)

      📌Jasa Besar Arab Saudi, Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menorehkan babak penting dalam diplomasi Timur Tengah. Sebanyak 142 dari 193 negara anggota mendukung Deklarasi New York, sebuah resolusi yang menegaskan komitmen penyelesaian konflik Israel–Palestina melalui solusi dua negara. Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di markas PBB pada Juli 2025, yang digagas bersama oleh Prancis dan Arab Saudi.

      📌Permusuhan thd negeri Arab Saudi, berarti permusuhan thd agama Islam ‼️

  2. 📌Sejak berkuasanya Abdul Aziz Al Saud :
    ~Tdk ada kuburan mewah dan megah (kuburan penganten), tdk ada kuburan dijadikan tempat tabarruk dan diramaikan para pedagang penjual jimat, bunga², kemenyan dll, Masjidil haram bersih dari asap rokok, tdk spt dinusantara, tdk ada acara qashidahan, gambus di Masjidil Haram, spt di masjid² disini, tdk ada perayaan tahun baru masehi, isra miraj, maulid nabi yang tentunya ada panggung beserta mercon plus musik, apalagi mengganggu jalan umum, tdk ada Photo² wali didinding Kabah, tdk ada do’a² bayaran, tdk ada dukun², peramal² yg berani berkeliaran.
    ~Kalau tdk dikuasai wahhabi, kuburan sahabat dibongkar oleh orang syiah karena keyakinan mereka akan kekafiran para sahabat, nauzubillah dll
    ~Alhamdulillah, tanah Arab didominasi oleh mereka yang dijuluki Wahabi, menggantikan pemimpin masa lalu yang beraqidah gado², tasawuf dan syiah.
    ~Saat ini di Negeri Wahhabi, tidak ada “Dongeng² Khurafat”, yg irrasional, diluar nalar, yg membodohkan Umat Islam.
    ~Tidak berkeliaran klaim² wali² majdzub dll
    ~Jangan menipu umat, Al Haramain (Mekah dan Madinah) sebelum berkuasanya Raja Abdulaziz Al Saud, lebih baik dalam hal Ittiba’ dan manhaj.
    ~Tdk bisa mudah mengklaim sebagai keturunan (bernasab) Nabi, akan diminta membuktikannya secara Ilmiyah dg Ilmu Nasab (jarh wa ta’dil) dan DNA dipengadilan.
    ~Anda masih hasad thd Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ingin kembali ke masa lal

  3. 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗔𝗗𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗘𝗠𝗘𝗥𝗔𝗡𝗚𝗜
    𝗔𝗥𝗔𝗕 𝗦𝗔𝗨𝗗𝗜 𝗞𝗘𝗖𝗨𝗔𝗟𝗜 𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗦𝗔𝗧𝗨
    𝗗𝗔𝗥𝗜 𝟰 𝗞𝗘𝗟𝗢𝗠𝗣𝗢𝗞 :

    ① KAUM LIBERALIS
    Yang membenci dan meremehkan ajaran Islam.

    ② RAFIDHAH (SYI’AH)
    Yang memusuhi Ahlus Sunnah dan ajaran Sunnah.

    ③ KHAWARIJ
    Yang mengkafirkan kaum Muslimin dan memberontak terhadap pemerintah Muslim.

    ④ ORANG YANG BODOH
    Yang tidak memahami ilmu syar’i dan mudah mengikuti berita tanpa ilmu.

    📌Maka, hendaknya seorang Muslim bersikap adil,
    berpegang kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah,
    serta tidak berbicara tanpa ilmu.

    1. Yang nomor satu bukannya mamarika yang jadi tempat saudi menggantungkan keamanannya?
      Kalau syi’ah memusuhi ahlussunnah ya sama juga wahaboy memusuhi ahlussyiah
      Yg suka mengkafirkan muslim lain kan wahaboy. Jadi wahaboy=khawarij?
      Orang bodoh tuh ya yang jadi corong keluarga saud a.k.a saudiyyun. APapun yang dilakukan kerajaan itu dibenarkannya tanpa ada kritik.

  4. ya syarat jd wahaboy kan wajib goblog, makanya gerombolan wahaboy pada mencak2x kesetanan ditelanjangi bulet2x,spt komen ali bacrot cs diatas wkwkwkwkwkwk………

    1. KEKAFIRAN SYI’AH

      Abu Hamid Al-Ghazzali rahimahullah (wafat 505 H) berkata,

      ولأجل قصور فهم الروافض عنه ارتكبوا البداء ونقلوا عن علي رضي الله عنه أنه كان لا يخبر عن الغيب مخافة أن يبدو له تعالى فيه فيغيره ، وحكوا عن جعفر بن محمد أنه قال : ما بدا لله شيء وهذا هو الكفر الصريح ونسبة الإله تعالى إلى الجهل

      “Dikarenakan dangkalnya orang-orang Syiah Rafidhah dalam memahami Islam, mereka pun merekayasa akidah Al-Bada’ (mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui).

      Mereka mengklaim meriwayatkan dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau tidak mau menceritakan hal yang ghaib, karena khawatir diketahui oleh Allah sehingga Allah mengubahnya.

      Mereka juga mengklaim meriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad bahwa ia berkata, “Allah tidak mengetahui apa yang akan terjadi.” Ini jelas kekafiran yang nyata, karena menganggap Allah jahil (bodoh tentang masa yang akan datang).”

      [Al-Mustashfa (1/110)]

      Ibnu Hubairah rahimahullah berkata:

      “Demi Allah, tidak halal untuk berbaik sangka terhadap seseorang yang menganut paham Syiah Rafidhah.”

      [al-Aadab asy-Syar’iyyah, 1/89]

      al-Imam asy-Sya’bi rahimahullah (w. 103 H),

      “Aku peringatkan kalian dari bahaya Syiah Rafidhah! Karena mereka tidaklah masuk ke dalam Islam karena berharap (pahala) dan takut (dari adzab). Namun karena dorongan dendam terhadap umat Islam!”

      [as-Sunnah, oleh al-Khallaal, 3/496]