BUKAN HOUTHI, TAPI ANSARULLAH

BUKAN HOUTHI, TAPI ANSARULLAH

Bagi mereka yang enggan berpikir mendalam, “Houthi” mungkin menjadi label yang praktis. Namun, secara analitis, label tersebut mereduksi gerakan berskala nasional ini hanya menjadi nama keluarga semata, serta mengaburkan keragaman, cakupan, dan akar lokal dari basis pendukungnya.

Jika Anda masih menyebut Ansarullah sebagai “Houthi”, simaklah penjelasan berikut:

Keluarga al-Houthi adalah keluarga “sādah” (keturunan Nabi) terkemuka dari aliran Zaidiyah dan kaum Hasyimiyah; mereka berasal dari kota Hūth dan kemudian bermukim di Saada.

Mereka bukanlah sebuah suku yang menaungi Ansarullah, bukan pula keluarga yang menjadi asal-usul seluruh pendukung gerakan tersebut.

Label “Houthi” dipopulerkan oleh pemerintahan mantan presiden Ali Abdullah Saleh saat konflik melawan gerakan ini berlangsung, dengan cara mengaitkan gerakan tersebut pada sosok pendirinya, Sayyed Hussein Badreddin al-Houthi.

Seiring berjalannya waktu, Ansarullah telah berkembang menjadi gerakan politik, sosial, dan militer yang luas, yang ditopang oleh aliansi kesukuan, jaringan keagamaan, personel militer, serta pendukung yang cakupannya jauh melampaui keluarga al-Houthi maupun garis keturunannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 komentar

      1. tanya nih,,,

        nabi punya keturunan ga?
        kalau ga punya terus kamu prreeeeettttt!!! Cuihh, posisi kamu masih okelah.

        tapi sayang, ternyata nabi memang punya keturunan! jadi kamu memang seorang pemberani. 😱😱

          1. jelas kamu memang pemberani, ga usah diperjelas lagi! 🤣🤣

            aku ga sebut Sunni atau Syiah, tapi cuma sebut nabi memang punya keturunan!

            kurang lebih 1400 tahun kemudian keturunannya tersebar kebanyak negri.

            dan kamu prreeeeettttt!!! Cuihh kampreeeeeeeettt 😱😱

    1. “Janganlah seseorang menuduh orang lain dengan tuduhan fasik dan jangan pula menuduhnya dengan tuduhan kafir, karena tuduhan itu akan kembali kepada dirinya sendiri jika orang lain tersebut tidak sebagaimana yang dia tuduhkan.” (HR. Bukhari no. 6045)

      “Siapa saja yang berkata kepada saudaranya, “Wahai kafir!” maka bisa jadi akan kembali kepada salah satu dari keduanya.” (HR. Bukhari no. 6104)

      “Apabila seorang laki-laki mengkafirkan saudaranya, maka sungguh salah seorang dari keduanya telah kembali dengan membawa kekufuran tersebut.” (HR. Muslim no. 60)

      “Apabila seorang laki-laki mengkafirkan saudaranya, maka sungguh salah seorang dari keduanya telah kembali dengan membawa kekufuran tersebut.” (HR. Muslim no. 61)

  1. jadi ada presiden yg tumbang saat Arab spring namanya Abdullah saleh, sakit hati terus bawa preman unk Merangin presiden yg sah ehh ujungnya preman yg dipekerjakan malah ngebuh si saleh ditembak tahun 2017 saat konvoi.. itulah preman ansarullah houthi wkwk dibunuh preman terus ngaku turunan nabi.. sekarang preman itu teriak teriak ansrarullah wkwk wajar preman bikin minyak dunia naik blokir selat preman..

  2. Tulusan, abu ngibul, belajar siasat dari yahudi Abdullah bin Saba yamani ya ?

    Siapa Sejatinya Syiah Houthi, dan Apa Hubungannya Dengan Iran?
    Houthi saat ini, yg diperangi Arab Saudi, syiah rafidhah Imamiyah Isna ‘Asyariyah (imam 12).

    Houthi merupakan kelompok pemberontak yang berbasis di Yaman Utara. Pengikut Houthi terkenal dengan sebutan Houthis.

    Penamaan ini dinisbatkan pada pencetusnya, Husein Badaruddin Houthi. Ia merupakan pengikut Syiah Zaidiyah Jurudiyah, yang lebih dekat dengan Syiah Isna Asyriyah (Syiah 12) yang ada di Iran dan lainnya.

    Sebagai penganut Syiah Zaidiyah Jurudiyah, Badaruddin Houthi berbeda pendapat dengan mayoritas ulama Zidiyah di Yaman. Bahkan Badaruddin menolak fatwa ulama Syiah Zaidiyah terkait fakta sejarah. Menurut Badaruddin, Syiah Zaidiyah telah melenceng.

    Sebagai pendiri Houthi, Husein Badaruddin Houthi, menulis sebuah buku berjudul Al-Zaidiyah Fî Al-Yaman, menjelaskan bahwa Syiah Zaidiyah memiliki banyak kedekatan kedekatan paham dan ideologi antara Zaidiyah Juruddiyah dan Syiah . Dia sempat menetap di Iran dalam waktu yang cukup lama, menghabiskan waktu di kota Syiah Rafidhah, Qom. Syiah Imamiyah Syi’ah Isna ‘Asyariyah rafidhah tulen !!

    Meskipun Badruddin al-Hutsri sudah hijrah ke Tehran, namun pengaruh pemikiran Syiah Itsna Asyariyahnya tetap hidup di Yaman, khususnya di wilayah Sa’dah.

    Pada tahun 2006, adiknya Hussein muda, Abdul Malik al-Houthi dijadikan pemimpin baru pemberontakan. Sekarang Syiah Houthi berkuasa dan menguasai Yaman, dan menghancurkan kelompok- kelomppok Sunni yang mayoritas di negeri itu dengan dukungan Iran.

    inilah, akhirnya pelopor Houthi ini sempat menetap di Iran dalam waktu yang cukup lama. Berbicara Houthi tidak dapat dipisahkan dari peran anak kandung pencetusnya, Imam Husein Al-Houthi, yang mempelopori berdirinya Persatuan Pemuda (‘itihad Al-Syabâb) pada tahun 1986.

    Tujuan dari pembentukan Persatuan Pemuda ini adalah untuk mendoktrin pemuda memahami Syiah Zaidiyah sesuai keyakinan pemimpinnya. Sehingga kelompok Houthi lebih mempresentasikan Syiah 12 daripada Zaidiyah yang lebih dekat dengan Sunni.

    Husein Al-Houthi merupakan sosok pemimpin yang cukup kharismatik. Hal itu, ditandai dengan luasnya dukungan yang mengalir kepadanya dari Yaman Utara.

    Dalam pemberontakannya, Houthi bergabung dengan banyak kelompok separatis, kabilah, dan sebagian kalangan Zaidiyah. Meleburnya sebagian pengikut Zaidiyah ke dalam barisan pemberontak Houthi, bukan sepenuhnya karena kedekatan ideologi, tapi juga faktor kemiskinan Yaman Utara akibat ketidakadilan pemerintah di Yaman Selatan.

    Pacsa bersatunya Yaman Utara dan Selatan, dibukalah kesempatan bagi semua pihak untuk mendirikan partai politik. Maka ‘itihad Al-Syabâb bentukan Husein Houthi berubah menjadi Partai Al-Haq. Partai ini berhasil menduduki parlemen Yaman pada tahun 1993-1997.

    Di masa kepemimpinannya, Husein juga sempat mendirikan sebuah batalyon bersenjata bernama, Al-Syabâb Al-Mukminîn.

    Bagi kaum Syiah Zaidiyah, Husein Al-Houthi—walau ia membawa paham Syiah 12—adalah satu-satunya corong aspirasi dan sarana politik mereka di parlemen. Sejak masuk ke parlemen pada tahun 1990, Houthi mulai sangat diperhitungkan di panggung politik Yaman.

    Pada tahun 1997 Husein Badarrudin Houthi mengundurkan diri dari Partai Al-Haq dan mendirikan sebuah kelompok sendiri.

    Dari Zaidiyah ke Rafidhah

    Berbeda dengan Zaidiyah, Syiah 12 tidak mengakui Zaid bin Ali sebagai imam. Sebaliknya, kalangan Zaidiyah tidak sepakat dengan Syiah 12 bahwa para imam yang dua belas itu ma’sum (terbebas) dari kesalahan, baik dalam akidah taqiyah (berpura-pura), raj`ah (kembalinya Imam Mahdi versi Syiah), badâk (Allah tak tahu masa depan).

    Syiah Zaidiyah tidak menghina sahabat seperti Syiah 12 yang menghina para sahabat Rasululllah. Zaidiyah juga tidak meyakini bid’ah-bid’ah dan kurafat yang diyakini Syiah 12.
    Selain itu, para Syiah Zaidiyah secara totalitas tidak percaya kebenaran mutlak para imam. Mereka tidak sepenuhnya yakin bahwa para imam mendapatkan bimbingan langsung dari Tuhan.

    Syiah Zaidiyah juga tidak setuju bahwa imâmah harus diberikan secara turun temurun, kecuali apa yang telah dilakukan Imam Ali kepada kedua anaknya, Hasan dan Husein.

    Ibnu Ali Zaidi, seorang penganut Syiah Zaidiyah yang memimpin pemberontakan pada abad kedelapan melawan Khalifah Muslim Umayyah .

    Syiah Zaidiyah (Haashimites) menguasai sebagian besar bagian utara Yaman selama lebih dari 1.000 tahun. Namun pada tahun 1962, kaum republik menjatuhkan kekuasaan Imam Zaidi , Mohammad al-Badr, dalam sebuah perang saudara di utara Yaman.

    Sementara semua suku Houthi adalah penganut Syiah Zaydis, tapi tidak semua Syiah Zaydiyah adalah suku Houthi.

    Syiah Zaidiyah merupakan sebuah komunitas yang pernah memerintah Yaman selama seribu tahun silam sekitar akhir abad ke-7 hingga awal abad ke-8 (284 H). Kekuasaan itu diperoleh seteleh berhasil menang melawan khilafah Turki Utsmani pada tahun 1915.

    Kalangan Syiah Zaidiyah juga populer dengan sebutan Zaidis, yang dinisbatkan kepada Imam Zaid bin Ali bin husein bin Ali Abi Thalib sekaligus pelopor berdirinya manhaj ini. Kalangan Sunni kerap juga menyebut mereka dengan fivers (imam ke-5).

    Dalam kesehariannya, pengikut Zaidiyah asli berinteraksi dengan Al-Quran dan sunnah layaknya kaum muslimin ahlu sunnah lainnya, kendatipun mereka memiliki sekumpulan pendapat berbeda terkait imamah.

    Zaidiyah membatasi imamah pada keturunan Ali bin Abi Thalib, dan tidak menentukan secara eksplisit orang tertentu dari keturunan tersebut. Sehingga mereka mengatakan, seseorang yang memenuhi kriteria, seperti keturunan Fatimah, berilmu, bertakwa, dan memiliki pandangan yang baik mesti mencalonkan dirinya sendiri. Apabila dia terpilih maka imamahnya sah.

    Berbeda dengan Zaidiyah, Syiah 12 tidak mengakui Zaid bin Ali sebagai imam. Sebaliknya, kalangan Zaidiyah tidak sepakat dengan Syiah 12 bahwa para imam yang dua belas itu ma’sum (terbebas) dari kesalahan, baik dalam akidah taqiyah (berpura-pura), raj`ah (kembalinya Imam Mahdi versi Syiah), badâk (Allah tak tahu masa depan).

    Syiah Zaidiyah tidak menghina sahabat seperti Syiah 12 yang menghina para sahabat Rasululllah. Zaidiyah juga tidak meyakini bid’ah-bid’ah dan kurafat yang diyakini Syiah 12.
    Selain itu, para Syiah Zaidiyah secara totalitas tidak percaya kebenaran mutlak para imam. Mereka tidak sepenuhnya yakin bahwa para imam mendapatkan bimbingan langsung dari Tuhan.

    Syiah Zaidiyah juga tidak setuju bahwa imâmah harus diberikan secara turun temurun, kecuali apa yang telah dilakukan Imam Ali kepada kedua anaknya, Hasan dan Husein.
    Meskipun Badruddin al-Hutsri sudah hijrah ke Tehran, namun pengaruh pemikiran Syiah Itsna Asyariyahnya tetap hidup di Yaman, khususnya di wilayah Sa’dah.

    Bagaimana tidak, dia adalah seorang tokoh yang mendirikan pusat pengajian Zaidiyah yang berjasa dan mengembangkan mazhab tersebut di Yaman.

    Houthi dan Iran

    Ketika partai Al-Haqq mendukung ambisi separatis selatan yang dipimpin oleh Partai Sosialis Yaman, mereka menjadi sasaran aksi kemarahan partai pemerintah, Partai Kongres Rakyat, pimpinan Presiden Ali Abdullah Saleh, sehingga Hussein al-Houthi melarikan diri, diduga ia melarikan diri ke Suriah dan terakhir ia menetap di Iran di mana ia menghabiskan waktu di kota Syiah Rafidhah, Qom.

    Sekembalinya ke Yaman, Hussein al-Houthi memutuskan hubungan dengan Partai Al-Haqq. Dia pikir partai tersebut tidak cukup radikal dalam menantang pemerintah. Dia pindah untuk menciptakan partai Pemuda beriman pada tahun 1997 dan memimpin organisasi lebih agresif.

    Yang dihasilkan dari gerakan tersebut mengakibatkan perpecahan politik dan ideologis antara penganut Syiah Zaidiyah tradisional dengan Syiah Zaidiyah baru yang dipimpin oleh Hussein al-Houthi.

    Beberapa pemimpin suku Syiah Zaidiyah tradisional sering menuduh Syiah Houthimembawa komando dan kepentingan Iran, mengkonversi dogma Dua Belas Imam Syi’ah ke dalam Syiah Zaydiyah dan berusaha untuk mendirikan pemerintahan Syiah di utara Yaman.

    Pada tahun 2004, pengikut Hussein al-Houthi terlibat dalam demonstrasi anti-pemerintah dan segala macam kegiatan kekerasan termasuk membobol sebuah masjid.

    Ketika pemerintah mengeluarkan seruan untuk penangkapan Hussein, para pengikutnya, yang kemudian dikenal sebagai Houthi menyerang balik pasukan pemerintah.

    Pada bulan September tahun itu, pada konflik Saada pertama, Hussein terbunuh oleh pasukan keamanan Yaman yang mencoba untuk menangkapnya.

    Namun dominasi keluarga Houthi dalam kepemimpinan gerakan tidak mereda dengan kematian Hussein. Ayahnya (pemuka agama syiah Zaidiyah, juga disebut Hussein) dijadikan pemimpinan spiritual gerakan.

    Pada tahun 2006, adiknya Hussein muda, Abdul Malik al-Houthi dijadikan pemimpin baru pemberontakan. Sekarang Syiah Houthi berkuasa dan menguasai Yaman, dan menghancurkan kelompok-kelomppok Sunni yang mayoritas di negeri itu dengan dukungan Iran.

    Ancaman di depan mata bagi Saudi yang selama ini mengabaikan terhadap Yaman, dan membiarkan kelomppok pejuang Islam dihancurkan.

    1. Selama saudi nggak berani tembakan sebutir peluru pun untuk membela palestina, sampai berbusa-busa lu ngomongpun tetap saja dianggap orang motifnya cuma beli rezim saudi.

  3. Laknatullah Syiah Houthi….syiah Iran……nama Ansarallah (penolong Allah) sama dgn partai yg dipake oleh Hasan Nasrullah yaitu Hizbullah ( kita menyebut Hizbusyaithon) di lebanon, keduanya penganut Faham dan aliran Sesat dan Menyesatkan Syiah. bagi masyarakat awam yg “minim informasi” akan terkesima dan berpihak kpd mereka terutama kpd Iran yg sok pahlawan padahal Syiah = Yahudi/zionist keduanya bukan Islam justru sbg musuh Islam.
    Buat redaksi Portal Islam (PI) mohon cantumkan nama penulis dan ato sumber beritanya, sptnya PI beritanya bnyk yg miring kesebelah tdk independen ?

  4. mau sunni atau syiah selagi turunan Nabi tetap di didoa seluruh umat islam ketika sholat….termasuk sholat imam di masjidil haram….

    silakan iri…bebas…