Kyai Hasan: satunya kata dan perbuatan

✍️Ayah Dedy


Dari zaman kami masih nyantri di era 90an, Kyai Hasan itu sebenernya sudah sering menantang: “Santri boleh demo kalau lauk kyai lebih enak dan tempat tinggal kyai lebih megah dari santri.”

Sekarang kalimat itu viral, karena beliau ucapkan lagi di depan Presiden Prabowo. Orang-orang kaget dan bilang, “Wah, berani banget.”

Kami santrinya cuma senyum, karena itu terus terang bukan hal baru.

Puluhan tahun kami dengar, dan sampai sekarang ga ada satu pun yang berani demo. Lha wong kami lihat sendiri kediamannya yang sederhana, termasuk lauknya yg itu-itu saja, seringnya sayur tempe bosok kuning itu..

Itulah implementasi dari salah satu Panca Jiwa yang menjadi landasan hidup di pondok ini; Jiwa Sederhana.

Jangan salah paham, sederhana itu bukan berarti miskin.

Beliau bukan ga mampu beli lauk yg lebih mewah, tapi beliau memilih. Makan sekedarnya, hidup sekedarnya, sederhana di semua hal. Justru di situ kuatnya: perutnya ga diperbudak selera, hatinya ga butuh kemegahan buat merasa berharga.

Yang baru dengar pidatonya cuma dapat kata-katanya, apalagi mereka yang seumur hidup ga pernah susah, mungkin sulit paham. Kami santrinya lihat langsung hidupnya.

Makanya ga usah heran melihat beliau seberani dan sebebas itu, bahkan di depan presiden sekalipun.

Wejangannya lepas tanpa beban, karena beliau sudah lebih dulu menjalani dan menjiwai nasihatnya sendiri. Ga ada yang perlu ditutupi, ga ada yang perlu ditakuti.

Semoga Allah membalas keteladanan Kyai2 kami di Gontor dengan kebaikan yang berlipat.

Aamiin. 🤲

Foto: menikmati sayur tempe kuning (sengek) saat dijamu Kyai Hasan dikediaman beliau

-FB-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. mencari kyai seperti Pak Hasan di pesantren insyaallah masih banyak. tapi kalau mencari politisi/pejabat zaman now seperti itu wis angel tenan. ruwet, bundet, mengkeret, keserimpet es dawet 😇😇😇😇🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️