Pak BRIN,
Telaaaat….
Saya sih sejak tahun-tahun lalu sudah menemukan teknologi sepatu karet ini. 100% dari karet khusus olahan, kualitas tinggi, ringan, dan segala klaim hebat lainnya.
Dimana saya menemukannya? Di Shopee.
Buka saja Shopee. Tahu kan? Atau Pak BRIN saking canggih ilmunya, nggak tahu Shopee? Nah, kalau sudah buka, akan nemu buanyak sekali produk tsb. Berapa haganya? Ada yang 30.000, ada yang 40.000.

Entahlah, kalian itu heboh, bombastis, ujungnya apa sih? Ooooh, proyek.
Baiklah, pemerintah akan menganggarkan dana, beli sekian juta pasang sepatu begitu? Untuk sekolah rakyat? Bla bla bla.
Nah, jika Pak BRIN yakin sekali produknya hebat, ayo produksi sendiri tanpa koar-koar. Malu-lah dikit dengan UMKM, banyak diantara mereka yang cuma produksi rumahan, bikin sepatu, sandal, omsetnya ribuan per hari.
Tapi sepertinya, kalian memang begitu sih. Tidak mampu bersaing secara bisnis, pengen punya ‘restoran’, kalian bikin 30.000 dapur deh. Asyik memang, bancakan duit negara.
Tidak mampu bersaing secara bisnis, pengen punya ‘alfamart’, kalian bikin 80.000 koperasi KMP. Bancakan duit negara lagi.
Hanya itulah jalan ninja orang-orang kompetensi rendah. Tidak mampu bersaing, dia belokkan peraturannya, dia pakai duit negara. Tanya saja ke Paman Usman deh, itu juga contoh nyata bersaing secara tidak beretika.
(Tere Liye)







mengakali konstitusi, mengakali APBN, mengakali junjungannya yang rajin serang sono serang sini demi mendapatkan jabatan dan cuan, ambyar se ambyar ambyarnya 🤣🤣🤑
iya made in china ga?
wk ..wk..wk…selalu makjleb tulisan bang Tere Liye ini 👍👍
Mumpung masih punya bos yang gampang dikadalin tar import aja dr Cina tinggal ganti merk kaya kelakuan si botak ke motor MBG yang ga jelas barangnya sampe sekarang.