Pusat Grosir Solo (PGS) resmi tutup permanen pada awal Agustus 2026 setelah beroperasi selama 21 tahun sejak 2005. Penutupan ikon wisata belanja tekstil dan batik di Kota Solo ini terjadi karena perusahaan pengelolanya, PT Putera Griya Sentosa, dinyatakan pailit oleh putusan pengadilan akibat masalah investasi.
Penyebab dan Dampak Penutupan
- Status Pailit: Pengelola dinyatakan pailit, sehingga masa sewa kios tidak lagi diperpanjang.
- Relokasi Pedagang: Sebagian besar pedagang memilih pindah ke pusat perbelanjaan terdekat seperti Beteng Trade Center (BTC) dan Pasar Klewer.
- Dampak Tenaga Kerja: Ribuan karyawan toko dan pekerja pengelola gedung berpotensi kehilangan pekerjaan atau terdampak pengurangan tenaga kerja.
Respon Pemerintah Kota Solo
- Penyediaan Kios Kosong: Pemkot Solo melalui Dinas Perdagangan menyiapkan opsi relokasi ke Pasar Klewer dan pasar tradisional lain bagi pedagang yang terdampak.
- Rumah Siap Kerja: Pemerintah memfasilitasi para pekerja yang terkena PHK untuk mendapatkan peluang kerja baru.
SIMAK VIDEO ANALISA MENARIK TERKAIT TUTUPNYA PGS dari Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H. (advokat Solo):







disaat yg sama ada kenaikan drastis ekonomi digital, pergseran pasar dan perubahan zaman
online marketing harus dilakukan