Masih ada dokter yang gaslighting, seperti pengen mancing lagi sampai diingatkan temannya sesama dokter.
Kata-kata pedas seperti “Daripada banyakin bacot mending banyakin duit halal” atau “minus akhlak” membuat netijen terpancing lagi amarahnya.
Kita memang agak heran bahwa kata² gaslighting pedas seperti itu bisa datang dari seorang dokter yang berpendidikan dan punya sumpah dan etika.
Terlepas dari isu ini, ketikan seperti ini membuat publik merasa bahwa pembullyan saat kuliah di kedokteran itu nyata, seperti pernah diberitakan dalam kasus dokter yang bundir. Seorang netijen mengatakan kalau terbiasa membully selama kuliah, ya pantes aja ketikannya jahat dan songong meski udah jadi dokter. Di dunia nyata, siswa yang kerap membully biasanya kurang atau tak ada empatinya.
Di luar ini, sepertinya ada yang ga beres di sistem yang membuat mengapa dokter begitu sensi ketika ada kata BPJS. Kurangnya faskes, ekosistem kesehatan yang belum memadai dan sistem BPJS yang belum rapi, mudah menciptakan konflik horizontal.
Saya jadi ingat dokter dan nakes yang baik dan penuh empati yang saya kenal. Juga ingat dokter dan suster² perawat baik dan hangat saat bicara dengan pasien yang pernah saya temui saat aku sakit. Mereka pasti sedih melihat situasi ini.
(Triwibowo Budi Santoso)







cari duit halal.. belajar agar akhlaq mnjadi baik..
☝🏻👇
ga ad yg salah.. tp cara & moment nya yg salah.. isi komen malah bisa jd balik k pngetiknya..
☝🏻👇
halal kh duit yg dia dpt slama ini.. coz komennya spt ga ad akhlaq..!!
🫣🫣
Betul, udah bener gak sekolahnya??? Komen nya seperti tak ada akhlaq
buat para dokter ama nakes, plis arahkan sasaran kemarahan kalian semua itu ke pembuat BPJS. jangan ke pasien ya.
katanya udah disumpah hippocrates, kok sebagian masih berakhlak mines
nampol af terwo cs mbacot nya ga akhlak, rasis 🤣🤣
sekolah dokter bisa krn persaingan atau berbayar, jadi bisa beda kualitas