APAKAH ANDA AKAN DAPATI NILAI-NILAI SEPERTI INI PADA KOALISI SAUDI?


✍️محمد الفرح
(Anggota Biro Politik Ansar Allah):

“Salah satu anugerah terbesar nikmat ﷲ bagi kita dalam konfrontasi ini adalah kenyataan bahwa musuh kita sangat kontras dengan kita—mereka dicirikan oleh kebangkrutan moral dan etika, posisi yang rapuh, serta narasi yang lemah. Akibatnya, fase ini telah menjadi ajang di mana nilai-nilai, etika, dan kejujuran kita terpancar nyata, serta di mana keadilan perjuangan dan legitimasi sikap kita terbukti dengan jelas.

Saya meyakini bahwa pencapaian ini jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar kekuatan, jangkauan, atau efektivitas rudal-rudal kita. Kita tidak menjalani konfrontasi ini semata-mata sebagai kekuatan militer, ataupun sebagai gerakan politik atau advokasi yang terlepas dari sistem nilainya; sebaliknya, kita digerakkan oleh rasa ketidakadilan yang kita alami serta oleh tuntutan yang adil dan sah. Dalam lingkup yang lebih luas, kita memperjuangkan misi moral dan mengusung sebuah gerakan yang berakar pada nilai-nilai, kebangkitan, dan reformasi, sembari membawa visi Islam dan Al-Qur’an yang memiliki dimensi kemanusiaan universal.

Oleh karena itu, tolok ukur atas apa yang telah dicapai tidak boleh direduksi hanya pada hasil-hasil militer semata. Menurut pandangan saya, kemenangan terpenting adalah kemenangan yang diraih dalam ranah nilai, prinsip, dan perilaku: yakni tetap menjaga etika saat menghadapi lawan, serta memastikan sikap kita senantiasa berpijak pada argumen yang kokoh, keadilan, dan tanggung jawab.

Dari perspektif ini, kemenangan militer merupakan buah dari jalan perjuangan yang lebih luas—sebuah jalan yang berakar pada kepatuhan terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang ditetapkan ﷲ; prinsip-prinsip yang karenanya Dia menjanjikan kemenangan, kejayaan, dan pemberdayaan bagi hamba-hamba-Nya, selama mereka tetap teguh memegangnya.”

APAKAH ANDA AKAN DAPATI NILAI-NILAI SEPERTI INI PADA KOALISI SAUDI?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. semoga bani saud tersingkir oleh mujahiddin houthi….dan mekkah madinah dijadikan daerah otonom dibawah syarif mekkah dan diatur oleh umat islam sedunia….karena kota itu wakaf Allah untuk seluruh umat islam…bukan milik saudi….yg mengaku2 pelayan dua tanah suci…siapa yg melatik dia? bani saud bukan khalifah umat islam

  2. Apakah kamu menjadikan (orang-orang yang) memberi minuman kepada orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”…