MOMEN KERUNTUHAN LOBI ISRAEL DI AS

Abdul El-Sayed telah memenangi pemilihan primary senat Partai Demokrat di Michigan melawan Haley Stevens.

Sayed akan menghadapi kandidat Partai Republik, Mike Rogers dalam pemilihan umum untuk menentukan senat dari Michigan, November 2026.

Mengapa ini adalah big deal sesuatu yang besar?

Pertama, ujian bagi kepemimpinan Partai Demokrat.

Elit partai demokrat dikritik keras oleh para pendukungnya sendiri, karena gagal membangun kebijakan yang mewadahi kelompok pekerja, dan juga gamang dalam menyikapi issue Palestina.

Elit Partai Demokrat juga sangat alergi dengan kelompok progresif sosialis. Sebelumnya, dalam primary pemilihan walikota New York, mereka lebih mendukung Andrew Cuomo ketimbang Zohran Mamdani. Dan kita tahu, Zohran Mamdani dengan platformnya yang sosialis, berhasil mengalahkan Andrew Cuomo dua kali, baik di primary Demokrat maupun di pemilihan umum.

Demikian juga di Michigan, elit Demokrat, bahkan termasuk Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, mendukung Haley Stevens, yang dianggap bisa meredam kelompok progresif.

Sayed, seorang ahli epidemi, fokus dengan platform yang mengangkat kelompok pekerja. Ia tegas mendukung Medicare For All, dan membantu masyarakat yang terjebak dalam utang karena tindakan kesehatan. Selain itu ia ingin mengusir dana besar yang digunakan kelompok pelobby untuk memenangkan seseorang dalam pemilu, satu hal yang ia rasakan sendiri dalam primary ini.

Karena Sayed melawan Haley Stevens yang dibackingi oleh lobby Israel AIPAC dengan donasi total lebih dari USD 65 juta. Alias setara 1 triliun rupiah digelontorkan koalisi pro Israel untuk mengalahkan Sayed.

Sayed sangat jelas Pro Palestina, ia menuding Israel melakuan genosida, dan mengaggap Amerika sepatutnya menghentikan pengiriman dana senjata untuk Israel.

Hal ini rupanya yang sangat ditakuti oleh Israel dan jejaring lobbynya. Karena dana fantastis puluhan juta dollar digunakan untuk bahan kampanye mendukung Haley Stevens, dan juga kampanye negatif dan hitam untuk menjatuhkan Sayed.

Sayed seorang muslim taat, dan ia mendapat dukungan kiri kanan dari kelompok progresif, kelompok Yahudi pro perdamaian hingga para tokoh masyarakat seperti Ms Rachel pun ikut turun gunung mendukungnya. Ada lebih 200 dukungan, termasuk tokoh sosialis demokrat Bernie Sanders.

Bagi Israel ini ibarat bisnis. Jaringan lobbynya mungkin keluar dana lebih dari 200 juta dollar untuk mempengaruhi pemilu di Amerika, mengalahkan kandidat yang kritis terhadap Israel. Tapi kalau berhasil, mereka bisa lancar dapat setoran minimal 3 milyar dollar setiap tahun dari Amerika.

Tak heran, The Onion, publikasi satire Amerika, sampai membuat konten, AIPAC: Protecting Amerika from Fair Elections (AIPAC: Melindungi Amerika dari Pemilu yang Adil).

AIPAC berhasil menggusur kandidat anti genosida seperti Thomas Massie, dan banyak lainnya dengan gelontoran dananya.

Tapi mereka gagal di Michigan. Puluhan juta dollar yang mereka belanjakan hangus dengan kekalahan kandidatnya.

Ini kabar baik buat warga Amerika.

Bahwa konsolidasi masyarakat yang rapi, bisa mengalahkan kekuatan elit dan oligarki dengan dana kampanye yang jauh berlipat ganda.

Kalau Sayed menang nanti di pemilu November, ia akan jadi mimpi buruk bagi AIPAC dan gerakan pro zionisme di Amerika.

(Muhammad Jawy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *