Penggalangan dana online untuk Arianna Hamilton, mantan karyawan Burger King di Breinigsville, Pennsylvania, Amerika Serikat, telah melampaui $100.000 (sekitar Rp 1,8 Miliar). Kampanye ini diluncurkan setelah ia dipecat akibat menyerukan slogan “Free Palestine” kepada seorang pelanggan.
Detail Kronologi Insiden
Interaksi Awal: Musisi Israel-Amerika, Rami Feinstein, sedang memesan makanan bersama keluarganya saat Hamilton bertanya dari mana ia berasal. Setelah Feinstein menyatakan bahwa ia berasal dari Israel, Hamilton merespons dengan kalimat “Free Palestine”.
Rekaman Viral: Feinstein merekam konfrontasi tersebut, meminta pengembalian dana (refund), dan mengunggah videonya ke media sosial seraya mempertanyakan apakah Burger King aman bagi pelanggan Yahudi.
[VIDEO]
Pembelaan Karyawan: Melalui Instagram pribadinya, Hamilton mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut adalah bentuk kebebasan berpendapat. Ia mengklaim pelanggan tersebut bersikap agresif dan baru merespons setelah melihat kalung Bintang Daud yang dikeluarkan pelanggan tersebut.
Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, Arianna berkata, “Pria itu datang dengan sikap agresif… Dia mengeluarkan Bintang Daud dari balik bajunya dan berkata ‘Saya dari Israel’, dan itulah yang membuat saya mengucapkan ‘Free Palestine’.”
“Tujuan utama saya mengucapkan ‘Free Palestine’ bukanlah untuk menyebarkan kebencian. Alasan saya dipecat adalah karena saya dianggap ‘melakukan diskriminasi’ terhadapnya dan dituduh melontarkan ‘ujaran kebencian’. Bukan itu pesan yang ingin saya sampaikan, bukan itu pula niat saya. Niat saya hanyalah menyuarakan pandangan saya…”
“Saya sama sekali tidak berniat mundur dalam menyuarakan ‘Bebaskan Palestina’ saat dia mengarahkan kamera tepat ke wajah saya…
Situasi saat ini sungguh di luar bayangan kita semua. Anak-anak sekarat karena tidak mendapat makanan atau air, orang tua mereka meninggal tepat di depan mata mereka… Ini tidak bisa dibiarkan. Bebaskan Gaza. Bebaskan Palestina,” ujarnya.
Kebijakan dan Respons Perusahaan
- Pemecatan: Pihak manajemen resmi memberhentikan Hamilton pada 4 Agustus 2026 dengan alasan tindakan diskriminasi dan ujaran kebencian (hate speech) terhadap pelanggan.
- Permintaan Maaf Korporat: Burger King merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa mereka menerapkan kebijakan toleransi nol (zero tolerance) terhadap antisemitisme dan segala bentuk diskriminasi di lingkungan restoran mereka.
Kampanye Penggalangan Dana
Setelah kehilangan pekerjaannya, Hamilton membuka halaman donasi online bertajuk “Support Arianna After Job Loss for Free Speech”. Dana yang terkumpul dari para pendukung gerakan pro-Palestina tersebut ditujukan untuk membantu membayar biaya sewa tempat tinggal, tagihan bulanan, serta kebutuhan pokok selama ia mencari pekerjaan baru.
Hingga saat ini donasi yang digalang di GoFundMe telah mencapai $100.000 lebih. ALHAMDULILLAH.
https://www.gofundme.com/f/support-arianna-after-job-loss-for-free-speech







wk ..wk ..wk ..siapa yg jd korban, siapa yg jadi penjajah…zionist selalu saja playing victim
para wn sirewel ini benar² contoh nyata paranoia massal. org lain bilang free palestine apa ruginya buat mereka? knp smpai merasa keamanannya terancam? jika merasa terancam berarti di alam bwah sadar mereka mengakui negaranya didirikan scr tidak sah dgn mencaplok tanah bangsa lain
wujud nyata kemunafikan amerika. berkoar tentang kebebasan berpendapat tapi membungkam orang yg bersuara tentang palestina