Film dokumenter ‘NAZA‘ dijadwalkan untuk melangsungkan North American Premiere pada Sabtu, 26 September 2026 di ajang 64th New York Film Festival (NYFF64). Pemutaran film karya sutradara asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor, ini akan bertempat di Walter Reade Theater, Film at Lincoln Center, Upper West Side, New York City.
Berikut rincian informasi mengenai penayangan film NAZA di ajang festival tersebut:
- Jadwal Pemutaran: Sabtu, 26 September 2026.
- Lokasi Lokasi: Walter Reade Theater (Film at Lincoln Center), 70 Lincoln Center Plaza #4, New York, NY.
- Harga Tiket: Mulai dari $18 untuk tiket individu. Penjualan tiket publik telah dibuka sejak 15 September 2026 di situs resmi Film at Lincoln Center.
- Prestasi Sebelumnya: Sebelum masuk dalam Main Slate NYFF64, film ini memenangkan Special Jury Prize di Venice Film Festival 2026 dan mencetak rekor standing ovation terlama selama 24,5 menit.
Tentang Film NAZA
- Topik Utama: Dokumenter investigasi berdurasi 80 menit ini mengungkap sistem di balik pengeboman Israel di Gaza dan pembantaian massal warga sipil Palestina.
- Narasumber Rahasia: Film ini dibangun dari wawancara malam hari di atap gedung Tel Aviv bersama 24 perwira dan tentara intelijen militer Israel yang identitasnya disamarkan. Mereka memberikan kesaksian mengenai kalkulasi jumlah korban sipil yang diizinkan dalam serangan serta penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan target di area padat penduduk.
- Arti Nama: Judul NAZA diambil dari jargon atau akronim militer intelijen Israel yang merujuk pada estimasi jumlah korban sipil yang dianggap sebagai “efek samping” (collateral damage) yang dapat diterima dalam sebuah serangan udara.
- Rilis Komersial U.S.: Setelah tayang di NYFF pada 26 September, film ini akan didistribusikan secara mandiri oleh The Guardian dan mk2 untuk tayang reguler di bioskop Amerika Serikat, dimulai secara eksklusif di IFC Center New York pada 30 September 2026 sebelum didistribusikan secara nasional.
Ancaman terhadap pembuat film NAZA
Film ini memicu kemarahan besar di kalangan pemerintah Israel dan kelompok sayap kanan Israel karena membongkar pembunuhan massal warga sipil dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh militer Israel (IDF) di Gaza.
PM Netanyahu mengutuk film tersebut melalui sebuah video di Telegram dan menyebut karya mereka sebagai hasutan anti-Semit global yang tidak dapat ditoleransi. Sementara itu, Menteri Kebudayaan Israel, Miki Zohar, secara terang-terangan melabeli aksi kedua sutradara tersebut sebagai “pengkhianatan terhadap negara”.
Sebagai bentuk hukuman, Netanyahu menggalang manuver hukum berupa amendemen undang-undang agar pemerintah dapat mencabut kewarganegaraan warga Israel yang dianggap mencemarkan nama baik tentara IDF.
Gelombang Dukungan Internasional
Menanggapi ancaman ini, solidaritas global muncul dari industri perfilman. Lebih dari 1.500 sineas global serta 200 sineas asal Israel sendiri menandatangani petisi untuk membela Yuval Abraham dan Rachel Szor. Mereka menegaskan bahwa fungsi jurnalisme dan seni adalah menjadi cermin masyarakat, dan hak-hak para pembuat film harus dilindungi dari persekusi politik.








Alhamdulillah,semoga pemutaran film naza ini di jantung pusat Asu ini akan membuka pov warga dunia khususnya NY US agar sadar kejahatan2x zionis thd penduduk Gaza dan merubah dukungan mereka untuk Palestina, bukan kayak si saud tolol dan anjing2xnya wahaboy udah byk dikasih bukti2x fakta otentik pun masih ngeles malah buat narasi menyesatkan dan cari2x kambing hitam hammas, syiah, sementara diam2x main belakang sm zionis Asu mengadu domba umat islam, karena salapi wahaboy budak zionis