Ed Sheeran akhirnya angkat bicara mengenai situasi di GAZA dalam konser tadi malam. Menyebut apa yang terjadi sebagai ‘bencana dan tidak dapat dibenarkan’.
Ed Sheeran secara emosional mengangkat bicara mengenai situasi di Gaza dan Tepi Barat saat membuka konsernya di Philadelphia tadi malam, Sabtu (19/9/2026). Keputusan tersebut menyusul kekacauan tur yang melibatkan dikeluarkannya Macklemore dan mundurnya para artis pembuka lainnya sebagai bentuk solidaritas.
Ed Sheeran membuka konser tunggalnya di Philadelphia dengan komentar mengenai Gaza, seraya menyatakan bahwa situasi yang terjadi saat ini “membawa dampak sangat buruk, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional.”
Ia mengatakan kepada para penonton bahwa dirinya telah “membuat kesalahan” setelah muncul kontroversi terkait dicoretnya Macklemore dari rangkaian tur tersebut, menyusul komentar yang disampaikan sang rapper di atas panggung mengenai perang di Gaza.
“Saya harus mengambil dan membuat keputusan-keputusan sulit; saya melakukan kesalahan dan saya sungguh, sungguh menyesal karenanya,” ujarnya.
“Saya tidak ingin mengecewakan penggemar dan tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, namun situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia.
“Apa yang terjadi di Gaza sungguh membawa dampak sangat buruk, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional. Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak. Selain itu, ketidakadilan sistemik yang kita saksikan terjadi di Tepi Barat tidak bisa diabaikan begitu saja,” ungkapnya.
[VIDEO]







