Pada tahun 2023, garis pantai utara Gaza merupakan kawasan yang padat penduduk, terdiri dari permukiman, rumah, sekolah, pasar, dan komunitas pesisir yang menghadap ke Laut Tengah.
Menjelang tahun 2026, sebagian besar wilayah tersebut telah berubah menjadi hamparan puing akibat operasi militer Israel yang berulang kali terjadi. Seluruh blok perumahan lenyap, infrastruktur vital hancur lebur, dan ratusan ribu warga Palestina terpaksa mengungsi—banyak di antaranya bahkan harus mengungsi berkali-kali.
Citra satelit dan laporan dari berbagai organisasi internasional telah mendokumentasikan skala kehancuran tersebut, memperlihatkan lanskap yang nyaris tak dapat dikenali lagi jika dibandingkan dengan kondisinya hanya beberapa tahun sebelumnya.
Gambar-gambar ini memunculkan pertanyaan sulit: bagaimana sejarah akan mengenang transformasi lanskap perkotaan secara menyeluruh serta penderitaan manusia yang luar biasa hebat yang menyertainya? Entah kita menyebutnya sebagai perang, hukuman kolektif, pembersihan etnis, atau genosida—sebuah istilah yang kini menjadi pokok bahasan dalam proses hukum internasional yang sedang berlangsung—fakta kehancuran itu tak terbantahkan.








Masya Allah…omongan Hitler terbukti s.d hi
heil.. fuhrer.. 🫢🫢🫢