Publik tanah air dibuat heboh oleh paper (makalah ilmiah) yang mengusulkan Presiden Prabowo melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meraih Nobel Perdamaian 2026.
Paper setebal 69 halaman itu berjudul: Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth (Nobel Perdamaian 2026: Program Makan Gratis oleh Badan Gizi Nasional: Membangun Bisnis Cerdas untuk Industri Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.)
Kasus ini viral di media sosial setelah diungkap akun X @Txtdariiugm.
Fakta di Balik Kontroversi Paper Nobel MBG:
- Identitas Pembuat Terungkap: Dokumen setebal 69 halaman di situs SSRN tersebut dibuat oleh seorang akademisi bernama Dian Damayanti. Setelah memicu kegaduhan nasional, ia akhirnya mengakui telah membuat pernyataan bombastis dan menyampaikan permohonan maaf.
- Pencatutan Nama Tokoh Global: Selain mencatut nama Presiden Prabowo Subianto, pelaku juga mencantumkan nama tokoh dunia lain seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai co-author (penulis pendamping) tanpa persetujuan mereka.
- Kualitas Dokumen AI: Netizen menemukan kejanggalan fatal berupa teks instruksi AI yang belum terhapus. Berdasarkan hasil cek detektor AI dan Turnitin, draf makalah serta ilustrasi visual di dalamnya terindikasi 93% hingga 100% menggunakan AI.
Permintaan Maaf dan Kejanggalan
Melalui akun Instagramnya diandamayanti17, penulis meminta maaf dan menyampaikan klarifikasi.
“Seluruh tulisan, publikasi, dan dokumen yang saya buat merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili atau mengatasnamakan institusi, kementerian, universitas, maupun pihak lain.
Saya mengakui terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman, kegaduhan, dan keresahan di masyarakat.
Saya menegaskan bahwa pihak Kementerian Dalam Negeri, termasuk pejabat maupun institusinya, tidak terlibat dalam penyusunan maupun publikasi artikel tersebut.
Pencantuman nama pihak-pihak tertentu dalam artikel maupun dokumen sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.”

Poin-poin penting dari suratnya:
-nulis paper tanpa pernah izin dan dapat persetujuan prabowo
-udah pernah ngajuin nominasi Nobel Perdamaian pada 2024 sampai 2026
-ngaku berbuat salah krn unggah beberapa dokumen hukum dan dokumen kekayaan intelektual
-tindakannya merupakan inisiatif pribadi bukan perintah atau tindakan resmi lembaga tertentu
-ngirim dokumen pake amplop kemendagri tanpa izin dan sepengetahuan kemendagri
-dokumen yang dia lampirkan di paper yg mencantumkan nama, jabatan, dan atribut lembaga ga izin
-dia menyatakan bersedia menerima sanksi hukum atau administratif sebagai akibat tindakannya
Tapi ada beberapa pertanyaan yg ga dijawab di surat:
-Dari mana dapat kop surat Kementerian Dalam Negeri?
-Dari mana amplop resmi Kemendagri didapat?
-Dari mana cap instansinya didapat?
-Siapa yg ngasih amplop tersebut?
https://www.instagram.com/p/Dbsrl6BkgC1/?img_index=1
Kecurigaan netizen:
“Kalo setelah ini kasusnya tiba2 mengendap, berarti emang bener ini trial hit and run. Ngetes ombak doang. Harusnya diusut sih, nama presiden dicatut buat kepentingan pribadi itu tindak pidana. Kecuali ybs emang kenal sama presiden dan presiden udah tau namanya dipake lho ya.”
“Seiseng2 manusia di Republik ini gak ada yg senekat sampe malsuin ttd pejabat dan nyatut nama presiden utk sebuah lembaga internasional pula. Harus diproses hukum lah ini.”
“Permintaan maaf itu etika, tapi pakai atribut resmi Kemendagri tanpa hak itu tindak pidana 🚨⚖️
Menggunakan kop, amplop, atau cap instansi negara secara ilegal berpotensi terjerat Pasal 391 KUHP Baru (Pemalsuan Surat) dengan ancaman hingga 6 tahun penjara.
Bikin dokumen resmi tanpa wewenang tidak selesai cuma dengan narasi “khilaf” di medsos.”
👇👇







cuma kadrun tolol yg percaya presiden punya waktu utk nulis paper gituan. jelas bgt itu cuma nyatut nama presiden demi kepentingan publikasi dan masuk jurnal terindeks. paham drunnnn?
sama BG gue jg yakin dari awal itu penulis paper cuma nyatut nama presiden doang
ni orang dua 👆lagi lomba komen paling dungu 😂😂😂😂
nyimak aja kawan
jiaahhhhhh cuma modal keyakinan doank kemudian teriak dran drun dran drun tanpa ada klarifikasi melindungi junjungannya. jawab nih pertanyaan yg ga dijawab di surat :
-Dari mana dapat kop surat Kementerian Dalam Negeri?
-Dari mana amplop resmi Kemendagri didapat?
-Dari mana cap instansinya didapat?
-Siapa yg ngasih amplop tersebut?
ada kadrun bodoh bin paok bin gagal hidupnya nyuruh ngejawab soal amplop, kop , cap, stempel dll ya kalian lah yg cari sendiri jawabannya kan kadrun2 yg kegirangan dgn berita paper Nobel ini , paham drunn?
wk..wk..wk..kesot..kesot elo kok niru jokibul soal ijazah disuruh buktikan sendiri 😂😂
Tp kalo babi wowoasuk nominasi diem aja karna ribut jdnya ngeles sebenarnya itu mau njilat berak wowo
buset..ribuan anak sekolah keracunan di usulin dpt hadiah Nobel 😂😂😂
jiaahhhhhh goblognya terwo Judi belingham ga bisa ngejawab malah dilempar 🤣🤣 prof. (palsu) Dr dian damayanti itu terwo juga (emang beda level). tujuan bikin paper mo ngejilat 👅 wowo. jilatannya emang beda ama elu tong, elu ngejilat bagian kerak busuk doang 🤣🤣🤣🤩