Hampir 10.000 tahanan Palestina ditahan di penjara Israel—sebagian besar tanpa pengadilan—termasuk ratusan anak-anak, wanita, dokter, dan akademisi. Mereka mengalami bentuk penyiksaan paling brutal, dan tidak ada seorang pun di dunia yang berbicara tentang mereka.
Berdasarkan data terbaru dari berbagai lembaga kemanusiaan, berikut adalah fakta-fakta terkait situasi tersebut:
- Jumlah Tahanan: Lembaga pemantau seperti HaMoked dan lembaga advokasi tahanan Palestina melaporkan bahwa jumlah tahanan keamanan Palestina di penjara Israel berkisar antara 9.100 hingga lebih dari 9.600 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan sejak eskalasi konflik pada Oktober 2023.
- Penahanan Tanpa Peradilan: Konsep penahanan ini dikenal sebagai administrative detention (penahanan administratif) dan klasifikasi unlawful combatants. Data menunjukkan sekitar 3.100 hingga 3.500 individu ditahan tanpa dakwaan formal atau proses peradilan, yang memungkinkan penahanan diperpanjang secara berkala oleh militer.
- Demografi Tahanan: Di antara para tahanan, terdapat sekitar 350 anak-anak di bawah umur, puluhan wanita, serta ratusan profesional dari berbagai latar belakang, termasuk dokter, jurnalis, akademisi, dan aktivis.
- Laporan Pelanggaran HAM: Isu ini banyak disuarakan di tingkat global. Berbagai badan internasional seperti Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), serta organisasi hak asasi manusia independen seperti B’Tselem dan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), secara aktif merilis laporan penemuan. Laporan tersebut mendokumentasikan kesaksian mengenai kekerasan fisik, isolasi, pembatasan logistik medis, kelaparan, hingga bentuk-bentuk perlakuan kejam lainnya di dalam fasilitas penahanan.







