ALIANSI STRATEGIS 3 NEGARA MUSLIM TERKUAT

Oleh: Fauzan Inzaghi

Kabar gembiranya, 3 dari 6 negara terkuat di dunia Islam hari ini resmi bersatu membuat pakta pertahanan. Saudi dengan kekuatan ekonominya, Turki dengan teknologi militernya, dan Pakistan dengan SDM dan nuklirnya. Ini pertama kali terjadi. Jangan berharap tiba-tiba aliansi ini langsung bergerak memerdekakan PALESTINA atau menghentikan GENOSIDA disana, itu sangat konyol dan emosional, kita tidak dalam posisi mampu mendikte dunia.

Ini bukan berarti tidak membantu rakyat PALESTINA sama sekali, tentu harus ada juga kearah sana baik untuk jangka pendek atau jangka panjang, baik bantuan militer langsung, bantuan kemanusiaan, atau bantuan diplomasi strategis, sayangnya dari sebelum aliansi ini terbentuk bantuan militer dari 3 negara ini nyaris mendekati nol, dan aku tidak berfikir kebijakan itu akan berubah dari mereka, minimal untuk jangka pendek.

Jadi aliansi ini pada akhirnya akan fokus pada bagaimana negara ini punya KESTABILAN KEAMANAN yang tidak bisa diganggu secara frontal oleh negara luar, ini sangat penting dalam menjaga pembangunan dalam negeri, hanya dengan itulah sebuah negara bisa upgrade dengan stabil, termasuk secara militer, karena negara lain akan berfikir seribu kali untuk memberi gangguan langsung. India misalnya apakah akan membuka front terbuka pada Pakistan jika minyaknya masih di impor dari Saudi?

Maka dari itu, aliansi ini sangat penting bagi 3 negara ini secara khusus, dan bagi negara kawasan secara umum.

Kenapa? Karena jika ini beneran berjalan lancar, maka hampir pasti negara lain dikawasan akan menyusul untuk mengikuti aliansi ini, karena akan merasa lebih terlindungi dari serangan eksternal, untuk jangka panjang daya gentar akan besar, daya gentar yang besar itulah yang kita harapkan dapat mengubah gaya diplomasi di forum internasional negara anggota, termasuk dalam isu PALESTINA.

Ya, harapan kita memang seperti itu, tapi apakah akan sukses? Kita ga bakal tau, sampai aliansi ini teruji secara langsung, minimal jika ada serangan pertama, bagaimana responnya, kalau hanya adem saja, dan masing-masing hanya melindungi kepentingan sendiri dalam jangka pendek, bukan jangka panjang, tentu ini hanya akan berakhir mandul seperti OKI atau Liga Arab. Tapi jika responnya kompak, maka tentu saja ini akan jadi kabar baik, dimana hampir bisa dipastikan negara lain akan banyak yang menyusul.

Kita lihat saja kedepannya, rasa pesimis? Tentu saja ada, karena sejak perang dunia, aliansi militer hanya pernah terjadi satu kali, tapi itupun temporer, dan misi setengah gagal. Karena ada satu masalah didunia islam saat ini secara umum, tidak adanya persatuan, nah karena ketiadaan persatuan itulah maka wajar kita sangat pesimis. Tapi tidak masalah, kita tidak tau bagaimana masa depan, bagaimanapun kita tentu berharap aliansi kali ini sepertinya agak beda dengan sebelumnya.

Salah satu alasannya, aliansi dimasa lalu selalu dibentuk atas kepentingan ideologis, sedangkan hampir semua pemimpin yang membuat aliansi itu dimasa lalu tidak meyakini ideologi itu, jadi wajar jika akhirnya hanya sebatas formalitas saja. Tapi sekarang berbeda, kepentingannya adalah pragmatis, dimana mereka bersatu karena merasa ada ancaman yang sama dengan kepentingan yang mirip, jadi bisa saling menguntungkan secara strategis, jadi ga ada sisi ideologis sama sekali.

Walau demikian tetap saja ini menguntungkan bagi negara Islam manapun, terutama dikawasan. Dan aku yakin, jika ada hasil atau kemajuan anggota secara militer yang diperoleh pasti akan ada negara lain yang segera menyusul, dan yang paling dekat tentu saja Mesir, sebagai negara arab terkuat saat ini, dan mungkin Suriah dan Qatar yang menjadi adik angkat Turki, dan beberapa negara teluk yang jadi adik angkat Saudi.

Dan tentu saja yang paling diharapkan negara anggota saat ini adalah bergabungnya Mesir. Karena 1 dari enam negara islam terkuat secara militer bisa bergabung dengan aliansi, pasti akan membuat daya tekan aliansi makin kuat, sisa dua lagi, IRAN dan Indonesia. Tapi sepertinya akan sulit dilihat dalam jangka dekat, Indonesia terlalu jauh di timur.

Adapun Iran mungkin akan sulit secara strategis, bagaimanapun salah satu cita-cita aliansi ini adalah terlepas dari bayang-bayang Amerika, tapi satu waktu mereka ga mau AMERIKA mengganggu mereka, karena mereka akan segera layu sebelum berkembang, jika IRAN masuk sebelum daya gentar aliansi ini kuat yang terjadi malah antiklimaks, karena dianggap ini aliansi anti-amerika, dan jadi ancaman langsung bagi amerika. Adapun untuk saat ini?

Walaupun AS tau aliansi ini memang jadi ancaman dimasa depan tapi mereka tidak mungkin bertindak secara frontal, tapi bisa secara diplomatis, karena bagaimanapun mereka ga mau kehilangan mitra terkuat di Timteng secara bersamaan sekaligus, karena kalau aliansi ini direkrut China dan Rusia bisa sangat bahaya, bahkan jika mereka menangpun maka akan rugi, jadi memang sebelum aliansi beneran kuat strategi tidak berkonfrontasi langsung dengan Amerika adalah yang paling masuk akal.

Secara realistis kita tentu ga berharap banyak, tapi secara pribadi kita tentu selalu mendukung langkah persatuan pemimpin negara Islam yang baik secara strategis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. inti dari tulisan ini adalah jangan terlalu berharap banyak, dengan 3 negara bergabung aja tidak mampu melawan zionis,

    sebenarnya ini bukan masalah kekyatan militer yg dimiliki lemah, tapi masalah mental.

    kalau kita lihat sejarah perjuangan umat islam terdahulu, peperangan2 yg terjadi justru kalau secara hitungan manusia, umat islam kalah dari jumlah dan persenjataan. tapi karena mental dan niat yg dilandasi aqidah islam mereka mampu memenangkan setiap pertempuran.

    kekuatan persatuan aqidah umat islam adalah kunci kemenangan, dan ini disadari betul oleh kafir penjajah, makanya mereka selalu berusaha untuk memecah belah umat islam, dengan nasionalisme.