✍️Ismail Amin (WNI di Iran)
Bagi yang pernah ke Iran🇮🇷, akan begitu mudah mendapati minuman bersoda yang merknya familiar milik compani Amerika Serikat yang pro Zionis, dengan merk coca-cola, sprite, fanta dan pepsi…
Perlu teman-teman tahu, ini sekedar merk. Iran sendiri tidak pernah membayar royalti dan lisensi atas penggunaan brand perusahaan-perusahaan AS ini…
Terus kenapa mempertahankan penggunaan merk perusahaan yang dikenal sedunia pemllik zahamnya adalah Zionis ini?
Merknya digunakan sEbagai olok-olok… dikesankan coca-cola sangat laku di iran, dibuat seolah-olah coca-cola sedemikian dominan menguasai pasar di Iran, sementara perusahaan coca-cola dkk sendiri tidak dapat keuntungan sedikitpun dari situ..
Iran juga tidak merasa perlu membayar lisensi atas penggunaan merk karena Iran kena sanksi. Iran tidak bisa dituntut dengan itu. Sementara the Coca Cola company berpikir, duh sebenarnya gue bisa dapat untung besar nih, kalau sekiranya gak ada sanksi buat Iran…
Seiring gelombang boikot yang menggema di seluruh dunia terhadap produk-produk Zionis, ada tuntutan di Iran agar penggunaan merk brand-brand AS sudah semestinya ditinggalkan… mulailah bermunculan merk zamzam cola, persicola، kaleh dll.
Tapi sebagian perusahaan lokal Iran tetap mempertahankan merk coca-cola dkk alasannya sudah terlanjur familiar di masyarakat. Intinya AS dan Zionis tidak dapat keuntungan speserpun dari penggunaan merk itu… yang mereka dapat, hanya rasa gondok..
*Btw, untuk rasanya beda dengan coca-cola asli







apa enaknya sih coca cola? lbh enakan soda badak, ato coffee soda f&n bikinan singapur
aye sih milih minum teh manis jumbo aje deh..cuman 3000 perak..
gulanya asli teh nya bagus buat badan😂😂