Cara membaca peristiwa Bocor Alus Tempo datang ke Jokowi di Solo itu harus dengan pendekatan “Prabowoisme” agar kita mengerti

Cara menentukan tafsir peristiwa Bocor Alus Tempo datang ke Jokowi di Solo itu harus dengan pendekatan “Prabowoisme” agar kita mengerti.

Karena Jokowi adalah “master of symbol”.

Tempo di mata Prabowo: Unfair

Maka Jokowi masuk dari simbol tsb.

Sudah bukan rahasia bahwa salah 1 pola favorit Jokowi pada lawan-lawan politiknya adalah “kontrasasi simbol”.

Jokowi dikenal memiliki kemampuan/daya tahan untuk menyerap semua amunisi lawan-lawannya termasuk jika lawannya memakai metode black campaign. (Kecuali isu ijazah wkwkwkwkwkwkwk, ini salah 1 anomali).

Pada kasus Bocor Alus, Jokowi paham bahwa status terakhir persepsi Prabowo pada Tempo yakni bahwa makhluk bernama Tempo adalah jenis makhluk yang tidak pernah fair pada Prabowo.

Jokowi justru mengundang Bocor Alus untuk memperlihatkan bahwa sikap dia sangat kontras dengan Prabowo.

Jika Prabowo menolak eksistensi Tempo, maka Jokowi memberikan ruang besar bagi Tempo.

Bukan cuma itu, pada kedatangan tim Bocor Alus, Jokowi menghadapi “guyonan” tim Bocor Alus dengan punchline lawakan yg mengundang gelak tawa:

“Saya akan lawan Bocor Alus”.

Kalimat itu ibarat “pedang bermata dua”:

  1. Kepada publik
  2. Kepada Prabowo

Kepada publik, Jokowi memperlihatkan bahwa dia tetap sosok chill yg relevan dan tidak baperan walau isu ijazah palsu yg kronikal ini bikin jengkel dirinya.

Kepada Prabowo, dia memperlihatkan bahwa gelak tawa dari kalimat tsb berbeda dengan gelak tawa yg dihasilkan dari pidato² Prabowo.

Publik ketawa melihat pidato² Prabowo:

“Kok bisa presiden Indonesia berkali² pamer kegoblokan kek begini yah?”

Publik melihat counter Jokowi pada tim Bocor Alus:

“Anjerrr, kok bisa Jokowi kepikiran ngomong lucu begitu?!” (Sangat mungkin, itu script)

Gak ada “mata pedang” dari punchline tsb yg terarah pada Jokowi. Jokowi menghunus pedang tsb kepada publik dan Prabowo.

Jokowi secara simbolik jelas menunjukkan pesan “simbol kontras”-nya pada Prabowo:

“Kita berbeda”

Uraian teknis dari pesan simbolik tsb jelas bakal dicicil ke depannya selama Prabowo masih belum bisa menyelesaikan isu ijazah…

(Bung Iyut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 komentar

  1. Ah terserah kalian mau ngomong apa ttg junjungan sekaligus sesembahan ku Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono itu. Gue sebagai TerMul (tapi juga sbg TerWo sssttt… 🤭) tetap akan membelanya, TITIK‼️

  2. kemaren Hasyim udah melantik relawan prabowo. sebelum nya fufu fafa juga sudah punya banyak relawan, belum lagi relawan mukidi. ini jadi tontonan menarik, badut VS pelawak. plonga plongo VS londo ireng.

    gua mau siapin tiker, kopi, singkong bakar, nasi uduk + rendang jengki 2 empang 🤣🤣😛😛🤓