Tentara Israel yang bangga membom sekolah dan anak Gaza dihajar di podcast

Di Los Ángeles, California, selama perekaman podcast “Digital Social Hour” -format debat satu lawan sepuluh, di mana satu orang menghadapi sepuluh lawan yang masuk satu per satu atau secara berkelompok untuk berdebat melawannya-, aktivis Arab-Israel Kristen dari Nazaret dan mantan komandan brigade Golani dari IDF, Yoseph Haddad, bertengkar secara verbal dengan Dennis Feitosa (dikenal sebagai Def Noodles, aktivis Republik dan mantan calon Kongres), yang menyebutnya sebagai pelaku genosida, membom anak-anak, dan memerintahkan serangan terhadap sekolah serta zona sipil di Gaza.

Pertengkaran itu meningkat menjadi perkelahian di atas meja studio, mereka dipisahkan, tetapi konfrontasi berlanjut di tempat parkir dengan dorongan dan pukulan, dan Haddad mengajukan laporan polisi terhadap Dennis Feitosa.

Dennis Feitosa tidak tahan dengan Yoseph Haddad yang merasa bangga saat bertugas di Gaza memerintahkan serangan terhadap sekolah,anak-anak, serta zona sipil di Gaza.

“You’re a genocidal fucking freak!”

“Kau benar-benar orang sinting keparat pelaku genosida!” ujar Dennis Feitosa yang kemudian meningkat menjadi perkelahian di atas meja studio dan berlanjut di tempat parkir.

Setelah perselisihan di dalam studio, keributan dilaporkan berlanjut hingga ke area parkir di luar gedung. Yoseph Haddad mengklaim bahwa ia diserang dari belakang oleh Dennis Feitosal dan kemudian mengajukan laporan polisi atas dugaan penyerangan tersebut.

Peristiwa yang viral ini terjadi pada 10 Agustus 2026.

Profil Singkat Kedua Tokoh

  • Dennis Feitosa: Dikenal secara online dengan nama “Def Noodles”. Ia adalah seorang konten kreator, komedian, podcaster, dan politisi Partai Republik yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR AS (Kongres) untuk Distrik ke-30 California.
  • Yoseph Haddad: Seorang aktivis keturunan Arab-Israel dan mantan tentara Brigade Golani di militer Israel. Ia merupakan salah satu pembela dan komunikator publik (hasbara) pro-Israel yang paling vokal di tingkat internasional.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar