John Brennan mantan Direktur Central Intelligence Agency (CIA) masa jabatan 2013-2017 dalam memoarnya yang diterbitkan pada 2020 dengan judul“Undaunted: My Fight Against America’s Enemies, At Home and Abroad” (Tak Kenal Takut: Perjuangan Saya Melawan Musuh-Musuh Amerika, di Dalam Maupun Luar Negeri) mengungkap tentang MBS:
Sebagai direktur CIA, saya beberapa kali bertemu dengan MBS. Ia tampak sebagai sosok yang banyak membaca, cerdas, energik, licik, dan piawai dalam berpolitik, namun juga sangat tidak realistis terkait kemampuan Arab Saudi dalam memengaruhi berbagai peristiwa di kawasan tersebut.
Saya bertemu dengan MBS tidak lama setelah ia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan pada awal 2015. Saat itu, ia tengah menggalang koalisi militer pimpinan Arab Saudi untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi yang telah menggulingkan pemerintahan Yaman yang didukung oleh Arab Saudi.
“Kami akan menumpas kelompok Houthi dalam beberapa bulan,” ujarnya dengan penuh percaya diri.
“Setelah itu, kami akan beralih untuk membereskan situasi di wilayah utara,” sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada Suriah dan Irak.
Saya menatapnya dengan pandangan kosong, sembari bertanya-tanya dalam hati, apa sebenarnya yang telah ia isap.
[2015 dan kini 2026, 16 tahun berlalu dari sesumbar MBS, Houthi bukannya habis malah makin eksis bahkan sekarang kondisi Arab Saudi yang kalang kabut dihajar roket dan drone Houthi, dari kilang minyak hingga bandara-bandara sampai Ibu Kota Riyadh]










baca yg ini: …apa sebenarnya yg telah dia isap🤭
SYI’AH KAFIR MUSUH ISLAM NO.1 PALING BERBAHAYA.
CUKUP DENGAN RUKUN ISLAM YANG BEDA SUDAH KAFIR ITU. APALAGI:
RUKUN IMANNYA BEDA
QUR’ANNYA BEDA
MENGKAFIRKAN ABU BAKAR, UMAR, AISYAH DAN MAYORITAS SHAHABAT RADHIALLALLHUM.
AQIDAHNYA BEDA
IBADAHNYA BEDA
PUNYA KOTA SUCI SENDIRI
HADITS-NYA BEDA
MEMANG BEDA AGAMA…..
BERTOBATLAH SEBELUM TERLAMBAT!☝️☝️☝️
AWAS HARI INI AJAL KITA BISA MENJEMPUT.
TIDAK MENGKAFIRKAN ORANG KAFIR ADALAH KAFIR!!!!
ALLAHU AKBAR….
11 tahun perang, ratusan ribu orang mati, jutaan kelaparan di Yaman. Hasilnya? Masih stuck di tempat yang sama.
Yang lucu, dua-duanya mengaku pejuang Islam. Satu bilang bela tanah suci, satu bilang bela mustadhafin. Tapi yang jadi korban tetap rakyat Yaman yang miskin.
Ada juga yang bilang “Syiah itu bukan Islam, jadi boleh dibunuh.” Padahal dokumen resmi skala dunia Islam sudah jelas:
Amman Message (2004–2005)
Ditandatangani lebih dari 500 ulama terkemuka dari 50 negara (termasuk Syekh Al-Azhar, Ayatollah Sistani, Yusuf al-Qaradawi, dll) dan diadopsi oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Di situ secara tegas disebutkan bahwa pengikut mazhab Ja’fari dan Zaydi (Syiah) adalah Muslim, darahnya haram, dan haram dikafirkan.
Fatwa Syekh Mahmud Syaltut (Grand Syekh Al-Azhar, 1959)
Secara resmi menyatakan mazhab Ja’fari (Syiah Imamiyah) sah diikuti dalam ibadah dan muamalah, setara dengan empat mazhab Sunni.
Jadi kalau masih ada yang bilang “Syiah bukan Islam” supaya boleh saling bunuh, itu bertentangan dengan konsensus ulama dunia Islam sendiri.
Kalau sesama Muslim bisa saling bunuh selama seabad lebih cuma karena urusan kursi dan pengaruh regional, jangan kaget kalau dunia luar bilang “Islam” sering cuma jadi label, bukan prinsip.