KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan GIbran pada Pilpres 2029 Mendatang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM dikabarkan akan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Rencana gabungnya KDM akan diumumkan bertepatan dengan rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo deklarasi menjadi ketua umum partai berlambang Gajah, pada awal November mendatang.

Terkait adanya kabar gabungnya KDM ke partainya, Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron membantahnya. Begitu juga soal rencana KDM akan diduetkan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2029 mendatang.

“Kabar burung saja. Tidak pernah ada pertemuan dengan pimpinan PSI bahkan dibicarakan internal. KDM sudah berada di partai besar (Gerindra), partai pemenang dan sudah cocok disana,” kata Bro Ron dikonfirmasi JawaPos.com, Minggu (25/10/2026).

Bro Ron menyebut partainya masih setia untuk menduetkan Gibran dengan Prabowo selaku Ketum Partai Gerindra.

“Untuk saat ini belum berubah, dukung Prabowo-Gibran sampai selesai,” tukasnya.

Sementara itu, terkait kabar Jokowi yang akan mendeklarasikan diri menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bro Ron mengatakan, terdapat permintaan dari sejumlah kader di daerah yang mengusulkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi ketua umum.

Atas usulan itu, ia pun menyampaikan langsung saat dirinya berkunjung ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu (21/10/2026).

“Waktu ke Solo, saya menyampaikan aspirasi beberapa pengurus daerah,” ujarnya.

Bro Ron menyatakan, PSI sangat terbuka terhadap usulan setiap kader. Karena itu, usulan tersebut masih menjadi pembahasan di tingkat internal.

“Sebagai partai super terbuka, tentunya kami membebaskan kader untuk bersuara dan kita tampung untuk saat ini,” tegasnya.

Meski demikian, Bro Ron menegaskan usulan agar Jokowi menjadi ketua umum PSI tidak sepenuhnya dapat terwujud. Ia menegaskan, saat ini pihaknya masih fokus untuk menyelesaikan struktur sampai tingkat desa dari Sabang sampai Merauke.

“Belum tentu terwujud. Tergantung situasi politik eksternal dan internal. Untuk saat ini masih fokus menyelesaikan struktur sampai tingkat desa dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.

Sumber: Jawa Pos

*CATATAN:

  • Berdasar hasil beberapa lembaga survei KDM menempati posisi atas elektabilitas capres 2029, sekitar 35%, unggul jauh dari Prabowo yang hanya sekitar 9%. Sedang jika head to head, KDM juga menang telak sekitar 65% melawan Prabowo 35%.
  • Intinya jika KDM melawan Prabowo di Pilpres 2029 maka KDM akan menang, Prabowo kalah.
  • Kendalanya: apakah KDM bisa maju jadi capres 2029?
  • Syarat capres saat ini belum pasti karena masih dibahas DPR RI
  • Ada wacana partai-partai di DPR mengusulkan syarat capres minimal didukung 2 fraksi/partai yang saat ini duduk di DPR
  • Jika itu yang disahkan DPR, maka PSI otomatis tidak bisa mengajukan capres di 2029
  • Karena yang bisa hanya 8 partai yang saat ini di DPR: PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, PKS, PAN
  • Jika sekarang KDM pindah ke PSI, dia bisa gigit jari, elektabilitas tinggi tapi tidak ada partai yang mengusung
  • Jika KDM pindah ke PSI dia akan menjadi target ‘dihabisi’ Gerindra dan koalisinya
  • Partai-partai yang sudah secara tebuka akan mengusung Prabowo di 2029: Gerindra, Golkar, PAN, PKB
  • Jadi posisi KDM simalakama: Jika tetap di Gerindra dia tidak akan diusung sebagai capres di 2029 karena Gerindra dkk sudah pasti akan mengusung kembali Prabowo. Jika pindah ke PSI dengan harapan akan menjadi capres 2029 juga bisa gigit jari jika syarat capres minimal 2 fraksi DPR, sudah gagal jadi capres plus dimusuhi Gerindra dkk karena membelot ke PSI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar