TERNYATA Indonesia merupakan pemasok utama kebutuhan minyak kelapa sawit ke Israel, dengan pangsa pasar mencapai sekitar 72% hingga 88% dari total impor sawit negara tersebut.
Ekspor minyak sawit Indonesia ke Israel tetap berlangsung di tengah tidak adanya hubungan diplomatik formal antara kedua negara.
Jalurnya tidak langsung, tapi lewat negara ketiga seperti Singapura atau Hongkong, karena Indonesia dan Israel tidak punya hubungan diplomatik resmi.
Nilai ekspor per tahun mencapai 21 – 27 juta USD.
Berdasarkan data World Integrated Trade Solution (WITS) yang bersumber dari perdagangan internasional, nilai ekspor minyak sawit Indonesia, tidak termasuk minyak sawit mentah (CPO), beserta fraksi cairnya ke Israel:
- 2025: US$21,598 juta
- 2024: US$21,635 juta
- 2023: US$27,05 juta
Produknya: olein sawit, minyak inti sawit, gliserin
Grup besar yang ngirim: Wilmar, Sinar mas / smart, musim mas, royal golden eagle (apical / asian agri)
Meski demikian, data tersebut perlu dibaca secara spesifik karena hanya mencakup kategori produk dengan kode HS 151190, yakni minyak sawit selain minyak sawit mentah beserta fraksi cairnya. Angka ini bukan keseluruhan ekspor sawit Indonesia ke Israel, yang dapat mencakup kategori produk lain.
Sumber: Suara.com








kekuasaan ini harus diganti. gak ada solusi lain dan gak perlu kompromi 💪💪👊👊👊🔥♨️♨️🇮🇩🇮🇩
NGAWOR… JANGAN MEMBUAT KACAU NEGARA…
FOKUS KE YANG DIDUKUNG ANTI ISLAM SAJA…
FOKUS KE IJAZAH BAPAK DAN ANAK
HANCURKAN ANTI ISLAM… ALLAHU AKBAR..