Michael Bambang Hartono (Oei Hwie Siang) adalah seorang miliarder, pengusaha legendaris, dan salah satu orang terkaya di Indonesia yang memimpin imperium bisnis Grup Djarum. Beliau lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939 dan meninggal dunia pada usia 86 tahun pada 19 Maret 2026 di Singapura.
Semasa hidupnya, Michael dan saudara laki-lakinya Robert Budi Hartono adalah pemilik dari setengah lebih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melalui perusahaan induk milik keluarga, yakni PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA).
4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp 52 T per Anak
Berikut adalah poin-poin penting terkait pembagian warisan tersebut:
1. Latar Belakang Pembagian
Warisan ini dibagikan menyusul wafatnya Michael Bambang Hartono pada Maret 2026 di usia 86 tahun. Dokumen pelaporan resmi pemerintah menunjukkan bahwa asetnya kini telah dialihkan kepada generasi penerusnya.
2. Bentuk dan Nilai Aset yang Diwariskan
Aset yang diwariskan bukan berbentuk uang tunai siap pakai, melainkan berupa pengalihan kepemilikan saham:
- Porsi Saham: Sebanyak 49% saham milik mendiang di perusahaan holding keluarga, yaitu PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA), dibagi rata kepada 4 anak selaku ahli warisnya.
- Nilai Valuasi: Menurut laporan Bloomberg, nilai saham Dwimuria yang diterima oleh setiap anak mencapai sedikitnya US$2,93 miliar. Jika dikonversi, angkanya setara dengan sekitar Rp52,3 triliun hingga Rp55 triliun per orang (tergantung fluktuasi kurs rupiah).
- Cakupan Bisnis: Lewat kepemilikan di PT Dwimuria, keempat anak tersebut otomatis memegang kendali atas separuh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta gurita bisnis keluarga lainnya seperti industri rokok Djarum, pusat perbelanjaan, hingga perkebunan.
3. Perubahan Kendali di BCA
Meskipun porsi saham Bambang Hartono sudah diturunkan kepada keempat anaknya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa posisi Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) tunggal untuk Bank BCA kini dipegang oleh sang adik, yaitu Robert Budi Hartono (yang memiliki porsi 51% di PT Dwimuria). Hal ini dilakukan demi menjaga kestabilan manajemen dan struktur tata kelola bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.








Usai dua telepon itu, keesokan harinya Anies menemui Jokowi dan JK. Anies diminta menempel ke manapun Jokowi pergi. Mulai dari titik itu, Anies terjun total membantu kampanye Jokowi.
“Jadi kemudian mulai tuh soal visi misi, nyusun segala, mulai tuh. Jadi saya kemudian all out,” ujarnya masih tampak antusias.
Jika mendengar itu, mungkin akan terasa ganjil terkait cepatnya Anies menerima pinangan Jokowi-JK. Ayah 4 anak ini menjelaskan, sejak awal dia memang mendukung Jokowi. Sehingga, ketika tawaran itu datang, seperti keinginan yang menjadi kenyataan.
“Pak Jokowi ini orang baik. Saya selalu katakan ini orang baik, karena itu saya mau bantu orang baik. Dan kalau ada orang baik maju, tanggung jawab orang baik lainnya, kita-kita semua ya membantu, jangan diam. Karena saya sering mengatakan, orang baik itu kalah bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena banyaknya orang baik lain memilih diam, karena itu yuk diewangi,” kata pria yang meraih gelar sarjana ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada ini.
Dikiranya harta segunung ga bakalan
Mampus ternyata mamous jg lu ga dibawa modar hisabnya sungguh berat diakherat
ngeri bang
sahabat nabi banyak yg kaya raya jangan mengumpat spt ini astaghfirullah hal azim kelakuanmu hate the rich spt org komunis