Sebuah serangan drone militer Israel telah menewaskan kepala kepolisian sipil Kota Gaza, Kolonel Jamal Abu Kamil (43 tahun), pada Kamis, 13 Agustus 2026. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi serangan udara terbaru setelah berakhirnya jeda satu minggu yang sempat meredakan ketegangan di wilayah tersebut.
Berikut adalah detail poin-poin utama mengenai peristiwa tersebut:
- Kronologi Kejadian: Kendaraan yang membawa Jamal Abu Kamil dihantam oleh tiga rudal drone Israel di Jalan al-Rashid, sebelah barat daya Kota Gaza. Dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka kritis dalam serangan tersebut.
- Klaim Militer Israel: Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan target tersebut dilakukan untuk “menghilangkan ancaman” dan menuduh Abu Kamil bertindak sebagai komandan Hamas. Namun, pihak militer tidak segera merilis bukti pendukung atas klaim tersebut.
- Tanggapan Pihak Kepolisian Gaza: Kementerian Dalam Negeri Gaza membantah tuduhan militer Israel, menegaskan bahwa Abu Kamil murni menjalankan tugas kepolisian sipil untuk menjaga ketertiban masyarakat dan tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas eksternal lainnya. Mereka mengutuk aksi ini sebagai bentuk “pembunuhan terencana”.
- Kecaman Hamas: Hamas juga mengecam pembunuhan itu dalam sebuah pernyataan, menyebutnya sebagai “kelanjutan dari kejahatan brutal yang dilakukan oleh pihak pendudukan terhadap rakyat Palestina kami” serta “upaya menyedihkan dan gagal untuk menyebarkan kekacauan dan anarki di Jalur Gaza”.
- Konteks Serangan Tambahan: Pada hari yang sama, serangan udara terpisah juga menargetkan sebuah sepeda motor di Khan Younis, wilayah selatan Gaza, yang menewaskan satu orang lainnya.
- Situasi Gencatan Senjata: Gelombang serangan ini kembali berlanjut setelah adanya penolakan resmi dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terhadap rencana perdamaian 15 poin yang didukung Amerika Serikat. Rencana tersebut awalnya menuntut penarikan pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas.
Sumber: Aljazeera







sejak awal kmunculannya d Palestin.. bangsa ini menunjukkan sikap agresif & brutal..!!
bagaimana cara melawan mreka..!? “seseorang” dimari dah punya jawaban.. yakni dgn “strategi bersabar”..
😶😶
tp klo ad hub. dgn Iran, Hezbollah, Hamas, Ansharullah.. ga pake lama.. naluri “berjihad” tetiba bergejolak..
😱😱