Pakar hukum tata negara Denny Indrayana secara tegas mendesak agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan ijazah SMA atau sederajat miliknya atau mundur dari jabatannya.
Pernyataan ini disampaikan Denny saat berdebat dengan Ketua Umum Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, dalam program ROSI di Kompas TV, Kamis (13/8/2026).
Berikut adalah poin-poin utama dari perdebatan dan argumen kedua belah pihak:
Argumen dan Tuntutan Denny Indrayana
- Esensi Syarat Wapres: Denny menegaskan bahwa tuntutannya sederhana, yaitu meminta kejelasan dokumen pendidikan tingkat SMA milik Gibran yang menjadi syarat formil pemenuhan pencalonan wakil presiden.
- Menaikkan Nilai Sayembara: Setelah sebelumnya mengumumkan sayembara berhadiah Rp100 juta melalui media sosialnya pada 9 Agustus 2026, Denny menaikkan nilai hadiahnya menjadi Rp250 juta bagi siapa saja yang dapat menunjukkan bukti ijazah asli tersebut.
- Desakan Mundur: Menurut Denny, jika ijazah asli diperlihatkan, polemik langsung selesai. Namun jika tidak dapat dibuktikan, ia menilai Gibran secara moral dan etika konstitusi wajar mengundurkan diri karena dianggap tidak memenuhi syarat.
- Bukan Masalah Pribadi: Denny menolak tuduhan bahwa ia sedang panjat sosial (pansos) atau menyerang pribadi Gibran. Ia menyatakan isu ini berkaitan dengan kepatuhan hukum tata negara dan moral konstitusi.
Tanggapan Andi Azwan
- Penyetaraan Sudah Terbit: Andi Azwan mempertanyakan dasar keraguan Denny terhadap dokumen pendidikan Gibran. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan surat keterangan penyetaraan untuk pendidikan luar negeri yang ditempuh Gibran.
- Riwayat Sekolah Gibran: Andi memaparkan bahwa Gibran memang tidak menempuh pendidikan SMA di dalam negeri. Setelah lulus SMP di Surakarta, Gibran langsung melanjutkan sekolah menengahnya di Singapura (Secondary High School dan UTS Insearch).
- Tudingan Politisasi: Andi menilai polemik yang diangkat kembali oleh Denny sarat akan muatan politik. Ia menuding Denny berada di “satu kolam” atau berkongsi dengan figur lain seperti Roy Suryo dan dr. Tifa yang selama ini vokal mempersoalkan ijazah keluarga Jokowi. Bagi Andi, persoalan ini sudah selesai secara politik dan hukum sejak Gibran lolos verifikasi KPU dan menjabat sebagai Wali Kota hingga Wakil Presiden.
SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO:







Yang namanya gerombolan ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun alias Babi guRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI dimana pun tetap sama kualitasnya ‼️ Sama-sama LAPAR dan HAUS KEKUASAAN. Baik yg tingkat elit sampai yang tingkat kelas gorong-gorong comberan seperti ini nih:
ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo:
1. Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT MUNAFIK islamophobia ODGJ akut, MABUK ONANI, MABUK KEJAWEN, MABUK CABUL
2. Anonim (Akal Nol, Otak miNim)
3. Ebenezer SituMORANG (Enak Bener jadi buzzer, Situ Memang Otaknya kuRANG)
4. Albert Timodius Saragih
5. Rangga MilanBlues Saryatama
6. Kentung Kwng
7. Federico Valverde preman KAMPUNGAN
8. Enzot Fernandez pemain tarkam TERGOBLOK sedunia
9. si win/Edwin Cakra CEKER
10. Judi Belingham
11. Lionel SukaONANI
12. Farah “otak parah” Fariha
hmmm Andi Azwan ni aneh ketua relawan ini itu, gonta ganti nama, tergantung situasi, tapi gak punya massa, mangap doang intinya termul dan keluarga
apakah anak haram konstitusi faham dengan etika ? entahlah….. 🙃👶 kami MUAK 🤑🤑🤑🤑
🤣😂🤦
emang ada SMA di LN yg cuman 6 bulan? 😂😂😂😂