

Seorang perempuan pedagang kecil-kecilan nampak sedang menghadapi 2 orang gadis petugas sensus. Perempuan tersebut nampak tak sabaran menjawab pertanyaan sang petugas, terutama ketika ditanya berapa penghasilannya berjualan per bulan.
“Penghasilan saya enggak tentu, kadang lima ratus ribu, kadang sejuta sebulan. Namanya dagang kecil-kecilan begini!” katanya dengan nada meninggi. Tak lama kemudian dia meninggalkan kedua petugas sensus tersebut, masuk ke dalam rumahnya.
“Belum selesai ini,” kata si petugas sensus.
Bukannya menjawab pertanyaan, si ibu keluar dari dalam rumahnya sambil menenteng bak plastik. Dia lalu melempar bak plastik itu ke arah petugas, sambil memaki-maki kedua petugas yang segera lari ketakutan.
“Awas lu ya, jangan balik-balik lagi!” kata si ibu kepada petugas sensus.
Peristiwa itu ditayangkan di sebuah akun instagram. Cuma tidak dijelaskan kapan dan di mana peristiwa itu terjadi, termasuk nama si ibu pedagang dan petugas sensusnya.
Ironisnya tindakan si ibu mendapat banyak dukungan dari netizen, jika melihat komentar yang disampaikan. Bahkan ada netizen yang mengatakan akan menolak jika petugas sensus datang.
Belakangan ini petugas Badan Pusat Statistik (BPS) memang mulai mendatangi rumah-rumah warga di berbagai daerah untuk melakukan pendataan dalam rangka Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kegiatan ini merupakan program nasional yang bertujuan memetakan kondisi ekonomi masyarakat, aktivitas usaha, perkembangan UMKM, usaha digital, serta berbagai karakteristik sosial ekonomi rumah tangga.
Namun, di tengah pelaksanaannya, muncul fenomena yang cukup menarik. Tidak sedikit warga yang menolak didata atau bersikap apriori ketika petugas sensus datang ke rumah mereka. Bahkan di sejumlah daerah, petugas mengaku menghadapi kecurigaan dan penolakan dari masyarakat.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Sebagian masyarakat merasa heran karena mereka tidak memiliki toko, perusahaan, atau usaha yang terlihat secara fisik, tetapi tetap didatangi petugas sensus.
Banyak warga merasa pertanyaan yang diajukan terlalu rinci, mulai dari identitas anggota keluarga, pekerjaan, kondisi rumah, hingga informasi ekonomi lainnya.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah menurunnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Di media sosial berkembang berbagai spekulasi bahwa pendataan tersebut berkaitan dengan perluasan objek pajak, pengawasan ekonomi masyarakat, atau kebijakan lain yang berpotensi menambah beban warga.
Walaupun secara resmi sensus bertujuan menghasilkan data statistik, persepsi masyarakat tidak selalu sejalan dengan penjelasan pemerintah.
Ketika kepercayaan menurun, setiap kegiatan pendataan sering kali dipandang dengan kecurigaan.
***
BPS Tegaskan Masyarakat Dilarang Tolak Petugas Sensus Ekonomi
Badan Pusat Statistik (BPS) meminta masyarakat terbuka menerima petugas yang akan melakukan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). BPS menjamin kerahasiaan data masyarakat.
Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan masyarakat tidak boleh menolak kedatangan petugas sensus karena itu merupakan amanat undang-undang.
“Tidak boleh (menolak) karena ini adalah amanat undang-undang,” ujar Sonny usai agenda pencanangan sensus ekonomi di Lapangan Simpang LIma Semarang, Kamis (18/6/2026).
Sonny menjelaskan, dalam sensus ekonomi 2026 seluruh unit usaha akan didata satu persatu. Petugas akan mendatangi tiap pintu rumah yang memiliki unit usaha termasuk yang berniaga melalui media sosial.
“Makanya kita akan mendata di level keluarga juga. Termasuk usaha-usaha yang dipasarkan melalui media sosial karena sekarang sudah berubah perilaku ekonomi yang mengarah ke perilaku digital,” jelas dia.
Sonny meminta masyarakat untuk tidak takut dan khawatir ketika petugas sensus mendatangi rumah-rumahnya. Petugas yang asli akan dibekali dengan surat tugas dan identitas siri.
“Bisa dilihat dari identitas rompi, kartu pengenal dan surat tugasnya. Seluruh petugas dan pengawas lapangan dibekali dengan itu,” jelas dia.
Ia juga menjamin kerahasiaan data yang didapat dari sensus ekonomi ini. Seluruh data yang didapat akan dipusatkan sehingga tidak bisa bocor ke pihak lain.
“Jadi datanya ini semuanya terdigitalisasi dan tersentralisasi di kami. Jadi enggak bisa bocor ke mana pun,” tegas Sonny







sensus abis itu dipajakin
Lucu juga nih bpk dari BPS yg mengatakan gak boleh nolak petugas sensus krn amanat uu. Selama ini masyarakat setiap hari disuguhi para pejabat yg diamanahi tanggungjawab malah melanggar uu. Makanya kejadian ini spt nya wujud dari rasa kecewa dan ketidakpercayaan itu.