PROFESOR SUZIE: PENANGKAPAN DOKTER TIFA BY DESIGN..!!! SAAT SIDANG DOKTORAL DI UI

Pemburu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo dan dokter Tifa tiba-tiba ditangkap oleh Polda Metro Jaya.

Ironisnya, penangkapan terjadi ketika dokter Tifa sedang mempersiapkan atau mengikuti ujian Seminar Hasil Program Doktor (S3) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Apa yang membuat polisi tiba-tiba melakukan penangkapan? Kenapa penangkapan harus dilakukan tepat pada saat dokter Tifa ujian? Bagaimana pandangan Universitas Indonesia terhadap penangkapan ini?

Podcast Madilog Forum Keadilan berikut ini mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara kritis dan mendalam bersama Dosen Universitas Indonesia Profesor Suzie Sudarman.

HOST: Penangkapan Dr. Tiffa di lingkungan kampus UI itu by design, natural atau bagaimana?

PROF. SUZIE: By design. BIN beroperasi di UI tanpa surat sah.

HOST: Siapa desainernya?

PROF. SUZIE: Ya Intel lah tau yang akan promosi Doktor itu Dr. Tifa.

HOST: UI harus protes keberatan atau apa?

PROF. SUZIE: Ini sudah melebihi dari otokratik legalism. Seyogyanya Prof. Heri (Rektor UI) minta nasihat dari guru besar, apa yang harus di respons karena memasuki teritori ilmu pengetahuan, teritori universitas, itu harusnya ada surat izinnya.

HOST: Untuk kasus penangkapan Dr. Tifa di lingkuan kampus ketika akan menghadiri sidang doktoral, apa yang paling Ibu Suzie soroti?

PROF. SUZIE: Kalau polisi nya adalah hasil dari klientelism, patuh pada orang (Jokowi -red) yang seyoganya harus ditangkap karena menginginkan kekuasaan sepanjang masa untuk anak-anaknya dan sebagainya, dia (Jokowi) yang mengacaukan negeri ini.

HOST: Polisi mempermalukan UI?

PROF. SUZIE: ‘Lembaga akademi kamu akan saya datangi, akan saya ganggu’, itu adalah pesan bahwa kemarin ini kenapa jaket kuning (BEM UI) pada turun di jalan.

HOST: Ibu melihat ke sana?

PROF. SUZIE: Saya melihatnya begitu. (Penangkapan Dokter Tifa pas saat sidang doktoral UI ada kaitannya dengan demo BEM UI sebelumnya, ini semacam ‘balasan’/tekanan terhadap UI -red)

HOST: Apakah ini bisa menjadi semacam bahan bakar baru? Pak Prabowo tahu nggak nih kira-kira sebagai presiden?

PROF. SUZIE: Dia (Prabowo) nggak pegang handphone, dia tergantung kepada Teddy. Teddy bisa menutupi segala hal. Teddy adalah seorang penguasa yang harusnya sudah tersingkirkan dari benak kita.

HOST: Bagaimana Ibu Suzie melihat Dr. Tifa?

PROF. SUZIE: Mak-emak lebih mengerikan. Kenapa perempuan menjadi target? Karena perempuan itu tidak bisa dikalahkan. Orang yang melahirkan itu kan jauh lebih kuat dibandingkan laki-laki.

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=jE8xdHzviL0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar