Dia engga paham
✍️Erizeli Jely Bandaro
Saya yakin bahwa ada pembisik Prabowo yang beraliran kiri yang doyan onani. Coba bayangin aja. Prabowo sampai berkata kepada bank Himbara ”jangan cari hanya mengejar laba. Harus agresif menyalurkan kredit dengan bunga murah.” Dampaknya kemarin jumat semua saham Bank Himbara merah semua. Prabowo engga paham. Bahwa bank itu bekerja diawasi bukan hanya oleh OJK tetapi juga oleh Bank international for settlement. Apalagi semua bank himbara itu sudah IPO, secara hukum dia milik banyak orang, dimana semua orang ingin laba.
Kalau ingin Bank Himbara itu melaksanakan visi Prabowo, ya buyback semua saham Bank Himbara dan kemudian jadikan Badan Layanan Umum saja untuk melaksanakan visi dia. Agar tidak perlu bersentuh dengan risk Management global, jadikan bank himbara itu semacam Bank Pekreditan Rakyat (BPR). Jadi silahkan mau ngomong seperti itu. Sah saja. Itu udah dilakukan oleh Venezuela saat mereka melaksanakan new orientasi pembangunan. Dari tekhorat kapitalis ke sosialisme tradisional.
Presiden Prabowo sepertinya engga paham apa yang dia katakan berlawanan dengan system yang ada di Indonesia. Dia marah kepada system yang ada karena dianggap tidak adil. Tetapi dia tidak perbaiki system itu lewat konstitusional dan penguatan lembaga demokrasi, malah dia menciptakan tandingan dengan membuat Danantara. Yang justru tidak efisien, bahkan lebih buruk dari system sebelumnya. Bayangin aja, sampai kini belum ada hasil nyata dari Danantara, sementara potensi PNBP Deviden BUMN yang seharus masuk APBN kini hilang. Malah Danantara Management delelopment fund, duit nya dari APBN lagi.
Katanya anti asing, eh malah Danantara masuk ke 144A Sec, yang justru lebih kapitalis dan kolonialis, yang mana Global Bond listing di Singapore. Kemudian datang ke China pinjam uang lewat PandaBond. Akhirnya semangat menyala nyala menguasai SDA lewat DSI, layu sebelum bertempur alias “edi tansil” ejakulasi dini tampa hasil. Tetap harus patuh kepada AS, Singapore dan China. DSI hanya watchdog sama seperti BLU -LNSW.
Tiga kali BI naikan suku bunga selama dua bulan. Pembatasan penukaran ke USD dibatasi dari tadinya USD 50,000 turun ke 25,000USD dan kini USD 10,000. Rupiah tetap tidak bisa perkasa, masih volatilitas. Bahkan IHSG dan IDR kembali tertekan.
Artinya orang kaya tidak percaya lagi kepada pemerintah. Ini masalah trust. Dan penyebabnya sederhana. Pemerintah tidak disiplin belanja. Padahal duit dari ngutang. Kalau ingin terus jalankan KDMP dan MBG, dan agar tidak dinyinyirin investor, ya jangan ngutang. Pakai uang sendiri aja..Simple kok.







Utk seorang pemimpin yg menghitung hitungan SD sj salah, ya apalagi yg mau diandalkan? 10+6=17, itu akan dikenang sbg presiden plg goblok sedunia …
Namanya jg otak tai keluar dri pe.ikirannya busuk2 semua