By ERIZAL
Secara opini harus diakui, penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa menguntungkan pihak Jokowi.
Roy Suryo dan Dokter Tifa; awalnya juga Rismon; menjadi kerikil tajam dalam sepatu Jokowi dan para relawannya, untuk terus berlari mempertahankan dan mengejar kekuasaannya. Jangankan berlari, berjalan pun akan sulit, kalau Roy Suryo dan Dokter Tifa, masih tampil di media mengembangkan opini.
Rismon sudah tidak usah dihitung lagi. Kalaupun kini ia bergabung menjadi pembela ijazah Jokowi, itu sudah tak berarti lagi, sebelum ia sendiri bisa membuktikan keaslian ijazahnya, S2 dan S3, di Yamaguchi, Jepang. Publik diam, bukan berarti mentolerir tindaknya yang tidak mau bercermin itu.
Karena itu, penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa dirayakan para pendukung Jokowi. Apalagi, akhirnya, melihat Dokter Tifa didorong dengan kursi roda saat pemeriksaan kesehatan, dan tatapan Roy Suryo yang terlihat kosong, saat digelandang ke dalam ruang tahanan Polda Metro Jaya. Roy Suryo dan Dokter Tifa secara opini, memang jatuh tapai.
Kendatipun ditahan hanya satu atau dua hari jelang serah terima dari penyidik Polda Metro Jaya kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, itupun sudah cukup menguntungkan pihak Jokowi secara opini. Apalagi kalau penahanan itu dilanjutkan Jaksa. Tapi, kalau tidak pun itu sudah cukup secara opini bagi Jokowi.
Rencana Jokowi akan blusukan se-Indonesia relatif tertolong juga dengan penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa ini. Apalagi pihak PDIP secara eksplisit, menyentil rencana blusukan Jokowi itu sebaiknya sambil menunjukkan ijazah Jokowi. Padahal, ijazah Jokowi saat ini kabarnya berada di tangan penyidik Polda. Jadi, tak bisa ditunjukkan saat blusukan itu.(*)







Iblis jawa laknat ini musuh rakyat tak pantas hidup
Mati dalam keadaan terhina, tersiksa dunia akhirat hai kau pelaku kezaliman‼️
Kau yang selalu menyusahkan rakyat, kau yang tak mencerminkan sebagai manusia berakal. In sha Allah neraka tempat mu kelak‼️