Dulu menista agama Lamine Yamal, tiba-tiba para suporter Spanyol menyanyikan “Lamine Yamal, aku mencintaimu setiap hari”

Sebelum pertandingan Spanyol melawan Arab Saudi, para suporter Spanyol meneriakkan nama Lamine dan menyanyikan, “Lamine Yamal, aku mencintaimu setiap hari.”

Lucunya, betapa cepatnya keadaan berubah.

Beberapa hari yang lalu sebelum Piala Dunia, dalam pertandingan persahabatan Spanyol melawan Mesir, sebagian dari suporter Spanyol yang sama meneriakkan yel-yel penghinaan terhadap Muslim — meskipun mereka tahu betul bahwa Lamine sendiri adalah seorang Muslim. Teriakan itu dilaporkan membuat Lamine sangat kesal.

Kemudian di laga pertama Piala Dunia, Spanyol kesulitan (hanya bermain imbang) melawan Tanjung Verde tanpa Lamine menjadi starter, dan tiba-tiba semua suporter Spanyol menyadari bahwa tanpa Lamine, tim ini terlihat sangat berbeda.

Tetapi Lamine tidak melupakan penghinaan mereka.

Maka setelah mencetak gol pertamanya melawan Arab Saudi yang mengantarkan kemenangan Spanyol, ia merayakannya dengan berlutut/bersujud kepada Allah, mengirimkan pesan yang lebih keras daripada yel-yel pelecehan apa pun:

“Agamaku adalah garis merah. Bahkan jika kalian telah melupakannya (melupakan yel-yel penistaan itu), aku belum melupakannya.”

Lamine adalah seorang pemuda yang berprinsip. Dia tidak melupakan akar budayanya, imannya, atau siapa dirinya, dan dia tidak takut untuk menunjukkannya di depan seluruh dunia.

(dari akun X @appiecule)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar