Majalah TEMPO terbaru:
Kongsi Retak Prabowo-Jokowi
- Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo mulai bersimpang jalan di tahun kedua pemerintahannya.
- Jokowi kabarnya tak mendapat waktu khusus bertemu dengan Presiden untuk melaporkan banyak hal dalam dunia politik.
- Perpecahan mereka bisa membuka pintu kontestasi pemilihan presiden 2029 yang tak berpusat di keduanya.
MERENGGANGNYA hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan presiden Joko Widodo belakangan ini menjadi penegas adagium klasik tentang tidak ada yang abadi dalam politik. Silang kepentingan menyongsong Pemilihan Umum 2029 mengandaskan relasi yang terjalin sejak tujuh tahun silam.
Pesta selalu punya jeda dan waktu usai. Hubungan Presiden Prabowo Subianto dan mantan presiden Joko Widodo tak sekarib dulu. Keduanya jarang ketemu. Beberapa orang dekatnya bercerita Jokowi hanya mendapat waktu sebentar, itu pun setelah lama menunggu jadwal tim Prabowo.
Jokowi ingin melapor hal-hal penting dan genting: tentang suara publik yang ia dengar semasa safari politik ke banyak daerah, tentang makan bergizi gratis, koperasi merah putih, ketahanan pangan.
Sebaliknya, koalisi Prabowo juga kian membatasi ruang gerak anak Jokowi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kian lihai blusukan ke basis suara pendukung Jokowi.
Orang-orang dekat keduanya bercerita kepada Tempo tentang kerenggangan itu.
Mengapa hubungan Prabowo-Jokowi penting dalam lanskap politik hari ini? Dan mengapa para operator politiknya ingin kerenggangan ini diketahui orang ramai?
Baca selengkapnya di Majalah TEMPO terbaru.







2 biang kerok mundurnya RI
JADILAH PENONTON YANG BAIK ❗
Hancur lah kalian para perusak negeri beserta kaki tangan dan pendukungnya‼️
Kalo benar, ada gunanya jg si bunted menyaring tamu yg mau sowan ke prabowo. Asal jgn nanti tahu2 pidato teriak, “hidup jokowi, hidup jokowi!”