Masukan Untuk ALMAZ

✍️Kang Irvan Noviandana

Almaz sebenarnya dapat perfect timing saat Isu boikot produk-produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel, menempatkan Almaz pada posisi yang cukup strategis sebagai alternatif ayam goreng crispy dengan kelas restoran.

Ditambah lagi, jumlah mitra investornya cukup banyak karena nama Almaz berkembang pesat di tengah momentum isu boikot tersebut.

Tapi, ada beberapa hal yang menurut saya sebagai pelanggan masih perlu di improve.

Dari sisi produk, ayam goreng Almaz menurut selera saya dan keluarga sebenarnya belum punya karakter rasa yang benar-benar unik. Rasanya memang enak, tapi menurut kami masih bisa diimbangi oleh ayam goreng dari UMKM biasa.

Belum ada sesuatu yang membuat kami merasa rasa ayamnya cuma ada di Almaz. Untuk cita rasa Ayam goreng Saudi hmmm… menurut saya masih belum dapat ya.

Sementara Almaz waktu naik daun memposisikan secara head-to-head dengan pemain raksasa seperti McDonald’s dan KFC, yang sudah jauh lebih kuat dari sisi karakter rasa dan konsumen loyalnya.

Adanya pembenahan di Almaz semoga tulisan ini menjadi masukan kedepannya agar produk ayam goreng Almaz bisa lebih kuat lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar