NU Terbebas Dari Kubu Zionis?

Hasil utama Muktamar ke-35 NU 2026 menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

Muktamar ini berlangsung sukses di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27–31 Agustus 2026.

Setelah sebelumnya pemakzulan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) gagal, akhirnya Gus Yahya tersingkir lewat Muktamar NU.

Sebelumnya Gus Yahya dimakzulkan oleh keputusan Rais Aam KH Miftachul Akhyar terkait kontroversi tuduhan keterkaitannya dengan jaringan Zionis Israel. Ketegangan ini memuncak setelah forum Rapat Harian Syuriah PBNU mengeluarkan risalah yang meminta Gus Yahya untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Berikut adalah poin-poin utama yang melatarbelakangi kontroversi tersebut:

  • Undangan terhadap Tokoh Pro-Zionis: Pemicu utama desakan mundur ini adalah kehadiran Peter Berkovic, seorang akademisi dan mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS yang dinilai berafiliasi dengan jaringan Zionisme internasional. Ia diundang sebagai narasumber dalam acara Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU.
  • Pelanggaran Marwah Organisasi: Jajaran Syuriah PBNU menilai tindakan mendatangkan tokoh pro-Zionis di tengah situasi genosida terhadap Palestina telah mencoreng marwah lembaga. Langkah tersebut dianggap melanggar nilai Ahlusunah wal Jamaah An-Nahdliyah serta prinsip dasar (Mabda’ Khaira Ummah) NU.

SEMOGA DI KEPENGURUSAN BARU NU PERIODE 2026-2031 INI TIDAK ADA LAGI KONTROVERSI TERKAIT JARINGAN ZIONIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *