Negara sekuler demokrasi kok disamakan dengan Khilafah

Pola pikir sebagian orang yang mengaku salafi, karena sudah terdoktrin dengan ajaran taat pemerintah sesuai dengan pemahaman Saudi.

  • Mengkritik kebijakan dianggap provokasi
  • Menuntut keadilan dianggap memberontak

Padahal yang namanya bernegara, apalagi di negara demokrasi, sangat dibutuhkan adanya oposisi. Sebagai penyeimbang.

Tapi bagi orang-orang ini, oposisi sama dengan Khowarij.

Menyamakan hidup di negara demokrasi dan hidup di negara Khilafah adalah kedzaliman terhadap kenyataan.

Menyesatkan orang yang demo di negara demokrasi adalah kebodohan terhadap realitas yang ada.

(Abu Hannah Al-Jawy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. ini lebih ke counter org yg ngaku agamis dg bahan yg mereka pakai aja…

    kalau di sekuler negara kan membolehkan riba, tp bukan berarti kamu boleh melakukan riba kan, samaaja kaya menghina atau merendahkan pemimpin di sekuler boleh tp di agamamu tetap dilarang kan, gitu aza kok refot..

    main logika dan nalar dg kadrun kalo mereka tetep gapaham dg perbandingan diatas yaudah dah hahaha

    1. lu kalo mau beli pulsa ke konter tong 😂😂😂
      pinter lu teori , konsitusi di obok2 mingkem
      jadi idola lu jd presiden dgn cara curang elu tiba2 sariawan

    2. Eh kau BabRun alias Babi guRun, gak usah kau mengajari kami ttg islam. Kau sebagai pendukung pelaku kezaliman aja kau itu sudah MENYIMPANG, PAHAM⁉️

  2. dalam khilafah, muhasabah dibolehkan, dalam rangka menegakkan kebenaran/islam. kalau kebijakan khalifah menyalahi syariat islam, atau ada dalil yg lebih kuat, umat boleh bahkan wajib melakukan muhasabah.

    beda dengan demokarsi sekuler dengan prinsip kebevasan berbicaranya, lgbtpun bisa / boleh berdemo. bebas berbicara. termasuk dalam hal kemaksiatan.