✍️Marcus A. Bedinger
Anda tidak harus setuju dengan segala hal yang ia katakan, lakukan, atau yakini. Namun, sesuatu sedang terjadi di NYC (New York City). Jajak pendapat Sienna baru-baru ini menunjukkan popularitas Wali Kota Zohran Mamdani melonjak hingga tingkat penerimaan 69% di kalangan calon pemilih NYC dan 58% di kalangan penduduk NYC secara umum.
Popularitasnya di kalangan pemilih kulit hitam di kota tersebut—sebuah kelompok demografis yang sulit ditembus oleh kandidat yang berafiliasi dengan DSA (Democratic Socialists of America)—telah mencapai 78%. Itu adalah tingkat popularitas yang jarang dimiliki politisi lokal… terutama bagi politisi yang begitu menonjol, vokal, dan memicu perbedaan pendapat tajam seperti Mamdani.
Namun, mari kita lihat MENGAPA ia begitu populer. Ia berhasil membuat pemerintahan kota terasa keren. Warga menandai (tag) sang wali kota dalam unggahan media sosial mengenai masalah sampah, jalan berlubang, dan keran air minum umum… dan mereka mendapatkan HASIL nyata! Bukan sekadar hasil ala “kami akan menanganinya 17 tahun lagi” yang biasa kita lihat di pemerintahan. Melainkan hasil di mana keluhan soal jalan berlubang yang dilaporkan warga saat berangkat kerja sudah diperbaiki sebelum mereka pulang kerja di hari yang sama.
Ia turun langsung ke berbagai lingkungan di NYC untuk melakukan inspeksi aturan bangunan, survei tempat sampah, dan pengecekan kesiapsiagaan banjir. Ia melibatkan penyewa rumah dalam dewan urusan sewa-menyewa, memberikan akses kontak langsung kepada pelaku usaha kecil di dinas-dinas kota yang penting, serta merumuskan ulang konsep keamanan publik agar sesuai dengan kebutuhan spesifik masyarakat.
Gaya pemerintahannya yang responsif, hadir di tengah masyarakat, dan relevan patut dicontoh oleh politisi dari berbagai kalangan. Terlepas dari pandangan Anda mengenai pajak atau imigrasi, masyarakat perlu melihat urusan-urusan kecil pemerintahan ditangani secara profesional dan dengan semangat sukacita dalam menjalankan tugas sebagai PELAYAN PUBLIK.
Mamdani sedang menorehkan sejarah dan akan menjadi panutan di masa depan, persis seperti Presiden Barack Obama dua dekade lalu. Perlahan-lahan kita mulai meninggalkan politik Trump yang kejam dan memecah belah—yang membenturkan satu komunitas dengan komunitas lain demi kepentingan kaum kaya—dan kembali menjalankan tugas untuk rakyat, oleh rakyat.
Dan langkahnya belum berhenti sampai di situ. Tingkat penerimaannya justru rendah di wilayah luar kota, jadi apa yang ia lakukan? Ia pergi berlibur ke wilayah Upstate untuk memikat hati para ibu dan ayah yang memiliki anak usia sekolah (seperti kalangan soccer moms dan girl dads); mereka kemungkinan besar adalah pendukung Demokrat, namun mungkin masih merasa takut terhadap sosok Mamdani atau gagasan-gagasan progresifnya.
Pria itu tak henti-hentinya menghadapi berbagai tantangan berat secara langsung sembari tetap tersenyum. Jangan heran jika ia secara tak terduga membantu Gubernur New York, Kathy Hochul, melenggang menuju pemilihan ulang di wilayah-wilayah di luar Kota New York.

–FB–







wah pendukung pa Ndut bisa kesinggung ni 😂😂😂😂