Dari akun X Dosen Pembimbing @Dospemz menanggapi postingan akun Ronda Tani:
KDMP itu proyek pembodohan sama kayak MBG.
Polanya ya sama.
Pemerintah kasih tujuan yang susah ditolak, lalu tujuan itu dipakai buat membenarkan proyek yang desainnya amburadul dan biayanya nggak ngotak yang bikin APBN boncos.
MBG dijual dengan “anak harus makan bergizi”.
KDMP juga sama, dijual dengan “koperasi rakyat”, “melawan tengkulak”, dan “lawan kapitalisme”.
Siapa yang mau kelihatan menolak gizi anak?
Siapa yang mau kelihatan membela tengkulak dan kapitalisme?
Nah, di situ jebakannya.
Orang sibuk membela tujuannya, padahal yang harus dibongkar itu program dan niat busuknya.
1. KDMP dibentuk dulu, kebutuhan desa belakangan
Puluhan ribu koperasi dipaksakan dari atas.
Desa butuh atau nggak, bisnisnya layak atau nggak, tetap dibangun. Pokoknya harus ada.
2. Dana desa dipotong buat proyek ini
Total Rp34,57 triliun atau 58% Dana Desa 2026 diarahkan ke KDMP.
Pelatihan calon manajernya saja Rp1,064 triliun.
Belum gerai, gudang, kendaraan, IT, perlengkapan, sampai 1,8 juta kipas Rp1,8 triliun.
Coba u pikir?
Itu duit dari mana?
Dari langit?
3. Bangun puluhan ribu titik itu artinya bikin celah korupsi baru
Bangunan, pengadaan, vendor, supplier, logistik, pengurus. Mark-up, vendor titipan, nepotisme, konflik kepentingan, permainan supplier.
Pemerintah bukan nabi, boy!
Lhat aja MBG, sudah banyak tersangka korupsi.
KDMP tinggal tunggu waktu.
Dan koplaknya semua ini terjadi saat utang pemerintah sudah sekitar Rp10.293 triliun!
10 ribu triliun itu banyak woy!
Harta Prabowo dikali 5000 aja masih kurang itu.
4. Kapitalisme mana yang dilawan?
Konglomerat mah tetap produksi.
Perusahaan besar ya tetap jadi supplier KDMP.
Vendor besar ya tetap dapat proyek.
Yang mati justru warung kecil, agen LPG, toko pupuk, pengepul, pedagang lokal, usaha kecil desa karena dipaksa bersaing dengan jaringan yang dibekingi negara.
Kapitalisme itu yang dimaksud?
Jadi jangan ketipu kata “koperasi”.
Karena nggak ada koperasi di dunia ini yang bikin dana desa dipotong, proyek yang dibagi-bagi. dan kegahalannya tetap ditanggung oleh uang pajak rakyat.








madura mart & warung kelontong tetangga > kdmp. asli mandiri, modal nyari sendiri, ga pake latian² gimmick
warung tetangga konsumennya jelas. kdmp di tengah belantara siapa yang mau belanja disana?
terwo aja ogah, cape katanya 🤣 ngoahohahaha
zulhas Mentri nya baru mau benahi MBG setelah petinggi bgn di cyduk 😂😂😂
Ayo gerombolan TerMul dan TerWo, mana komen terGOBLOK kalian⁉️😂😝🤣😅
ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo:
1. Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT MUNAFIK islamophobia ODGJ akut, MABUK ONANI, MABUK KEJAWEN, MABUK CABUL
2. Anonim (Akal Nol, Otak miNim)
3. EBeneZER SituMORANG ( Enak Bener jadi buZER, Situ Memang Otaknya kuRANG)
4. Albert Timodius Saragih
5. Rangga MilanBlues Saryatama
6. Kentung Kwng
7. Federico Valverde preman KAMPUNGAN
8. Enzot Fernandez pemain tarkam TERGOBLOK sedunia
9. si win/Edwin Cakra CEKER
10. Judi Belingham
11. Lionel SukaONANI
12. Farah “otak parah” Fariha
Selain itu, Anies Baswedan disebut juga terlibat perjanjian utang-piutang mencapai Rp 50 miliar dengan mantan pasangan calonnya saat Pilgub DKI 2017, Sandiaga Uno. Hal itu awalnya disampaikan oleh eks Timses Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017 yang kini juga Waketum Golkar, Erwin Aksa.
Erwin Aksa mengatakan Anies meneken surat meminjam uang mencapai Rp 50 miliar dalam perjanjian dengan Sandiaga. Erwin menceritakan uang tersebut dibutuhkan agar roda logistik lancar dalam memenangkan Pilgub DKI 2017. Erwin mengatakan surat perjanjian utang-piutang ini disusun oleh Rikrik Rizkiyana, pengacara Sandiaga saat itu.
ga ada bahan lain buat nyebokin taik-nya wo² ya…???
L.O.L
mending lu pensiun jadi terwo,,,,
biar ga GOBLOK permanen…
L.O.L
Lu, Wowo Gendut, kalo Lu emang mau memerangi Kapitalisme.
1. Lu naikin pajak tuh oligarki kapitalis yg memegang 80 persen kekayaan di negara ini.
2. Lu perbesar permodalan UMKM, buka dan carikan pasar ekspor bagi produk mereka. (Lu liat Cina dong…gimana produk murah tapi ga bermutunya membanjiri Indonesia)
3. Lu dukung dengan serius para petani dan nelayan dengan subsidi yg layak dan juga membuka pasar ekspor bagi produk pertanian dan perikanan.
4. Lu buat aturan tegas untuk lindungi pasar dalam negeri dari produk-produk luar negeri.
Dengan anggaran ratusan triliun mending dipake buat subsidi UMKM, petani dan nelayan, serta kampanye produk-produk Indonesia di luar untuk membuka pasar ekspor.
Terwo guoblok kehabisan bahan nyebokin kelakuan vulgar telanjang ladang mega korup junjungannya wowo yang berdampak merugikan rakyat bikin krisis negara sekarang…..malah bahas Anies yang ga tau apa apa dan tidak merugikan siapa siapa.