Demikianlah hari-hari itu, Kami silih bergantikan di antara manusia. Suatu hari engkau dipenjara, hari berganti engkau di singgasana

“Demikianlah hari-hari itu, Kami silih bergantikan di antara manusia.” (QS. Ali Imran: 140)

Ahmad al-Sharaa (dikenal juga dengan nama Abu Muhammad al-Julani) dipenjara oleh pasukan Amerika Serikat di Irak dari tahun 2006 hingga 2011.

Al-Sharaa ditahan di Camp Taji, sebuah fasilitas yang dikelola AS di dekat Baghdad. Ia menghabiskan sekitar lima tahun di sana.

Pemicu penahanan: Al-Sharaa pergi ke Irak sebelum invasi AS tahun 2003 untuk bergabung dengan al-Qaeda dan bertempur dalam pemberontakan Irak selama tiga tahun sebelum ditangkap.

Pembebasan: Ia dibebaskan pada 13 Maret 2011, setelah otoritas Irak tidak menemukan dakwaan yang valid terhadap nama samaran yang ia gunakan.

Setelah dibebaskan, ia pergi ke Suriah mendirikan Front al-Nusra di Suriah dengan dukungan al-Qaeda dan kemudian menjadi pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), faksi pejuang mujahidin yang berhasil menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024.

Ia kemudian menjadi presiden resmi Suriah sejak 29 Januari 2025.

Dan pada 24 September 2025 beliau tampil berpidato di Sidang Umum PBB.

“Demikianlah hari-hari itu, Kami silih bergantikan di antara manusia.”

Suatu hari engkau dilupakan di dalam sel penjara, dan tiba-tiba dunia memanggilmu untuk memimpin sebagai raja.

Suatu hari engkau adalah seorang raja, memerintah dengan penuh kuasa… hari berikutnya engkau mungkin mendapati dirimu di balik jeruji besi.

Kekayaan dan kemiskinan, kehormatan dan kehinaan, kekuatan dan kelemahan—semuanya berputar seperti roda waktu. Tak satu pun yang abadi, tak satu pun yang terjamin.

Inilah Sunnah Allah dalam penciptaan-Nya: untuk mengingatkan kita bahwa kekuasaan, kekayaan, dan status bukanlah milik kita sepenuhnya. Semuanya dipercayakan kepada kita untuk suatu waktu, dan semuanya akan kembali kepada-Nya kapan pun Dia menghendaki.

Maka janganlah berputus asa ketika hidup merendahkanmu, dan janganlah sombong ketika hidup mengangkatmu. Karena hari-hari terus berganti, dan hanya mereka yang berlandaskan iman, kesabaran, dan rasa syukur yang akan tetap teguh dalam menghadapi segala perubahan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *