“Sunni CIA” dan “Syiah M16”

Pernahkah Anda mendengar istilah “British Shia” atau “American Sunni”?

Mungkin terdengar asing, tapi konsep ini justru pernah diungkapkan langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Ia menuduh Inggris dan Amerika Serikat sengaja menciptakan versi palsu dari mazhab Islam untuk memecah belah umat Muslim.

Dalam berbagai kesempatan, Ayatullah Ali Khamenei secara tegas menyatakan bahwa “Syiah yang terhubung dengan MI6 (Dinas Intelijen) Inggris” dan “Sunni yang menjadi bayaran CIA Amerika” bukanlah representasi Islam yang sejati, melainkan agen anti-Islam yang sengaja diciptakan untuk memecah belah.

Pada 9 Januari 2015, dalam pidatonya di Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-28 di Tehran, Khamenei menyatakan: “Baik Muslim Syiah yang bersekutu dengan MI6 Inggris bukanlah Syiah, maupun Sunni bayaran CIA Amerika bukanlah Sunni—mereka semua adalah agen anti-Islam.” Ia menegaskan bahwa “tangan-tangan yang menabur benih perpecahan di antara Muslim Syiah dan Sunni terhubung dengan dinas intelijen musuh-musuh Islam”. Pernyataan ini juga dikonfirmasi oleh laporan IRNA (Islamic Republic News Agency) pada tanggal yang sama.

Selanjutnya, pada 17 Desember 2016, Khamenei kembali mengulang pernyataan serupa dan menyebut “American Sunni” dan “British Shia” sebagai “dua mata pisau dari gunting yang sama” yang saling memecah belah umat Islam. Ia menambahkan bahwa “kebijakan lama Inggris yaitu ‘divide and rule’ (pecah belah dan kuasai) masih terus dijalankan”.

Bahkan dalam pidatonya pada 20 September 2016, ia menyebut bahwa “menghina mazhab Islam lain atas nama Islam pada hakikatnya adalah ‘British Shi’ism’ yang akan memunculkan kelompok-kelompok seperti Daesh dan al-Nusra Front yang bergantung pada dinas intelijen AS dan Inggris”.

Yang menarik, Khamenei juga menyatakan bahwa menciptakan perselisihan antara Syiah dan Sunni adalah bagian dari “plot Inggris” yang didukung AS-Israel.

Dari berbagai pernyataan di atas, terlihat bahwa Ali Khamenei memandang perpecahan Sunni-Syiah bukan semata-mata konflik teologis internal, melainkan bagian dari konspirasi besar kekuatan Barat untuk melemahkan dunia Islam.

Meskipun pernyataan-pernyataan ini cukup kontroversial dan tentu saja bisa diperdebatkan, yang jelas ia mengajak umat Islam untuk bersatu melawan musuh bersama.

Wallahu a’lam.

(Alan Nevgan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar