Sujud Terakhir di Pildun 2026

Langkah Portugal resmi terhenti setelah kalah 1-0 dari Spanyol di babak 16 besar yang berlangsung di Dallas Stadium AS, Selasa (7/7/2026).

šŸ‡µšŸ‡¹Meskipun Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026, bek Portugal Renato Veiga melakukan sujud setelah peluit akhir pertandingan melawan Spanyol.

Ini adalah sujud terakhir Renato Veiga di Piala Dunia 2026. Sujud perpisahan. Sujud syukur atas diberi kesempatan berlaga di momen terbesar dunia. Sujud sebagai syiar dan kebanggaan atas agamanya.

Sebelumnya, pemain bernomor punggung 13 ini juga melakukan sujud saat Portugal mengalahkan Kroasia di babak 32 besar.

Renato VeigaĀ beragama Islam dan dikenal taat serta sering menunjukkan identitas keagamaan serta kedekatannya dengan budaya Islam di dalam maupun di luar lapangan.Ā 

Fakta Menarik TerkaitĀ Renato Veiga

  • Masa Kecil di Maroko: Kedekatan serta keterikatannya dengan budaya Islam dipengaruhi oleh masa kecilnya yang sempat tinggal di Maroko mengikuti karier sepak bola ayahnya, NĆ©lson Veiga.
  • Renato Veiga dibesarkan di Portugal, dan ia adalah putra dari mantan pemain tim nasional Tanjung VerdeĀ Nelson Veiga. Pada masa kecilnya, ia tinggal untuk sementara waktu di kota Marrakech, Maroko, saat ayahnya bermain untuk klub Kawkab Marrakech, dan ia berlatih di akademi mantan pemain Maroko Tahar El Khalej, serta belajar dialek Maroko (Darija) selama periode tersebut.
  • Fasih Berbahasa Arab: Berkat pengalamannya tinggal di Maroko, pemainĀ VillarrealĀ ini menguasai bahasa Arab dengan sangat baik, di samping empat bahasa lainnya (Portugis, Inggris, Prancis, dan Spanyol).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *