Spanduk Raksasa Bertuliskan “Destroy Israel” (HANCURKAN ISRAEL) Dibentangkan Dalam Festival Lari Banteng di Spanyol

Sebuah spanduk raksasa bertuliskan “Destroy Israel” (HANCURKAN ISRAEL) dibentangkan oleh kerumunan massa dalam festival lari banteng San Fermín di Pamplona, Spanyol. Insiden ini memicu perhatian luas setelah rekaman videonya menyebar di media sosial dan dilaporkan oleh berbagai media internasional seperti Al Jazeera.

Festival Lari Banteng (San Fermín) di Pamplona, Spanyol, berlangsung pada 6 hingga 14 Juli 2026. Rangkaian acara lari banteng (encierro) diadakan setiap pagi mulai pukul 08.00 waktu setempat.

Acara ini dimulai dengan upacara pembukaan Chupinazo pada tanggal 6 Juli dan ditutup dengan lagu perpisahan ¡Pobre de mí! pada tengah malam tanggal 14 Juli.

Festival lari banteng San Fermín di Pamplona diikuti oleh ratusan hingga ribuan pelari setiap harinya. Lebih dari satu juta wisatawan memadati kota ini sepanjang festival. Peserta memacu adrenalin sepanjang lintasan sejauh 850 meter untuk menghindari enam ekor banteng petarung.

Detail Kejadian di San Fermín

  • Aksi Massa: Ribuan orang berkumpul di jalanan Pamplona untuk merayakan festival tahunan. Di tengah kerumunan, sekelompok partisipan membentangkan spanduk besar “DESTROY ISRAEL”.
  • Simbol Solidaritas: Selain membawa spanduk anti-Israel, massa di festival juga melemparkan balon-balon tiup bermotif semangka, yang merupakan simbol solidaritas bagi Palestina.
  • Konteks Wilayah: Festival San Fermín diadakan di wilayah Navarre, bagian dari daerah kultural Basque. Komunitas lokal di wilayah ini dikenal memiliki kelompok aktivis pro-Palestina yang sangat vokal.

Reaksi dan Kontroversi

Aksi ini mengundang perdebatan sengit di platform digital. Sebagian netizen dan kelompok aktivis mendukung pesan tersebut sebagai bentuk protes keras terhadap aksi militer Israel. Di sisi lain, kritik tajam berdatangan dari komunitas internasional dan organisasi pemantau anti-Semitisme yang menilai slogan “Destroy Israel” melampaui batas kritik politik dan mengarah pada ujaran kebencian serta seruan penghapusan sebuah negara.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. bermain dengan antisemit dan holocaust, padahal beda subject, yang korban adalah bangsa yahudi, padahal pelaku genosida sekarang adalah negara israel/zionist