Munculnya dorongan agar Gibran maju sebagai Capres melawan Prabowo, itu bentuk dari kepercayaan diri, kemuakan, sekaligus kepasrahan pendukung Gibran (Jokowi) terhadap Prabowo.
Kepercayaan diri, karena sangat yakin bahwa Prabowo tidak ada apa-apanya tanpa Gibran (Jokowi). Prabowo jadi Presiden karena Jokowi (Gibran). Jokowi dicintai rakyat, Prabowo tidak.
Kemuakan, karena Prabowo tak memberi peran lebih kepada Gibran (Jokowi). Kasus ijazah Jokowi bertele-tele, dan Roy-Tifa tidak ditahan, dianggap peran Prabowo seperti teriakan loyalis Jokowi.
Kepasrahan, karena mustahil Prabowo akan tetap menggandeng Gibran pada periode kedua. Tidak saja Prabowo, partai lain pun, tak ada satu pun yang menginginkan Prabowo-Gibran lanjut dua periode.
Makanya tak aneh, jauh hari, baik Gibran maupun Jokowi, sudah melakukan safari politik (blusukan) se-Indonesia. Pilihan lain Gibran (Jokowi) memang hanya satu itu. Yakni, lebih awal berkampanye.
Kalau tidak, bukan mustahil nasib Gibran (Jokowi) tahun 2029 berakhir tragis. Ditinggal partai-partai dan ditinggal pemilih juga. Hanya relawan yang setia bersama. Itupun jumlahnya tidak signifikan.
Mumpung, program unggulan Prabowo bermasalah. Siapa tahu sinar yang menerangi Gibran (Jokowi). Penak jamanku to? Bisa begitu juga. Tapi, sudah terlambat. Apa yang dilakukan Prabowo tak sedikitpun menguntungkan Jokowi.
Misalnya, BUMN dipangkas hingga 700-san. Dan itu tidak menutup kasus korupsi di BUMN itu. Ambil alih lawan hingga 6 juta hektar. Prabowo berusaha meluruskan arah bangsa yang salah selama ini.
Dorongan agar Gibran maju Capres dan Jokowi blusukan se-Indonesia, itu bagus bagi Prabowo dan partai lainnya. Satu sisi Prabowo tak perlu lagi memilih, karena (Gibran) dan Jokowi sendiri sudah memilih.
Sisi lain akan teruji sendirinya, apakah penerimaan Jokowi itu masih besar di lapangan atau hanya di atas kertas saja? Saya percaya, pemilih Indonesia itu berprinsip, sudah ya sudah, bukan sudah tapi belum. Pisang tak akan berbuah dua kali.
(ERIZAL)







wowo Ogah
gibranjing juga Ogah
Pilih Anies, is the Best
gelar tiker… terwo vs termul🤣🤣🤣
jelas sebab kadrun sudah tenggelam🤣
benci boleh goblok Jangan
Drun Gobi berkata “AF, anda salah, justru kamilah yg menonton Termul dan Terwo saling hajar saling cakar, kan sudah saya bilang di komentar beberapa hari yang lalu, Drun tidak akan tenggelam, Drun menguasai dunia, apalagi Drun Nevada/Texas rambut pirang itu, Drun Negev yg hobi membom Gaza, Drun ada dimana”….
Aseeek…nonton perang antara TerMul melawan TerWo‼️🤣😂😝
Dua kubu yang sama-sama TAK BERKUALITAS dukungan Aris Wijayantolol ODGJ/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan ANJING PENJILAT gerombolan BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI‼️
Gelar tiker…
anonim babi pengecut gak ada nyalinya mah biarin aja. anggap aja gak ada. gak ada gunanya juga nimpalin..
jendral kardus anak ingusan ditetapkan jd wakilnya hanya biar jd RI 1
Mending si KOMENG aja jadi presiden , lucu dan menghibur. Kalo yang ini bikin eneg dan mau muntah. 😁😁😁
Ini kata terwo, Erizal itu terwo. Asal jgn nanti tiba2 Prabowonya bilang, hidup jokowi, hidup jokowi. Sdh ngulas ngalor-ngidul, eh di akhir2 prabowo bilang, pragib 2 periode dan orang spt Erizal ini gak ada pilihan lg selain nyoblos prabowo …
saya vote prabowo kalau lawannya gibran
si plongo adalah wapres ilegal yg pakai ijazah ilegal pula kayak bapaknya…harusnya ditonjokin ramai2 krn telah menipu rakyat se negara