GUS NUR, BAMBANG TRI, EGGI SUDJANA & DAMAI HARI LUBIS

Gus Nur & Bambang Tri adalah contoh orang yang konsisten dalam kasus ijazah palsu JOKOWI. Keduanya, tak gentar dan tak memilih jalan damai dengan Jokowi meskipun dengan resiko penjara.

Keduanya, memang terpenjara badannya. Tapi jiwanya merdeka, tak mengubah keyakinan meskipun dengan ancaman maupun iming-iming. Baik Gus Nur maupun Bambang Tri, mampu melewati ujian penjara, hingga tawaran kompensasi dunia untuk tidak mengubah keyakinan ijazah Jokowi yang palsu menjadi asli.

Hari ini, keduanya sudah keluar dari penjara. Keduanya, langsung diterima masyarakat bahkan dianggap pahlawan dalam kasus ijazah palsu JOKOWI.

Adapun Eggi Sudjana (ES) & Damai Hari Lubis (DHL), telah mengambil jalan ke Solo dan tak lagi mempersoalkan ijazah Jokowi. Padahal, dulu keduanya paling keras mengatakan ijazah Jokowi palsu, menggugat Jokowi di pengadilan.

Saat ini, keduanya telah lepas dari resiko penjara karena mendapatkan SP-3. Namun, lepas dari penjara Jokowi tak membuat keduanya Happy. Saat ini, keduanya ‘dipenjara’ oleh teman teman perjuangan juga kaumnya yang dulu membanggakannya sebagai pahlawan.

Setiap tulisan yang dikirim ES maupun DHL, menjadi kering tak punya makna. Hingga tulisan mutiara Jum’at yang berisi kalam ilahi dan hadits nabi, tak lagi memiliki arti.

Tak ada lagi, forum diskusi maupun demonstrasi yang menghadirkan keduanya sebagai pembicara atau orator. Tak ada panggung, mereka telah merobohkan panggung mereka sendiri dihadapan umat. Mereka, yang menghapus jejak kepahlawanan dan menjauhkan umat dari mereka.

Hingga akhirnya, ES tanpa malu berkumpul di kubu Jokowi. Ikut menyerang para pejuang yang dahulu dia bersamai. Mengabaikan Kurnia Tri Royani, Rizal Fadilah & Rustam Efendi yang saat ini menjadi tersangka, karena menjalankan perintahnya untuk mendatangi Yogya dan Solo, pada tanggal 14 dan 15 April 2025 lalu.

Begitulah kehidupan. Pilihan untuk menjadi pejuang atau pengkhianat, dihamparkan. Setiap orang diberi kemerdekaan untuk memilih. Tentu dengan segala konsekuensinya.

Tak penting sejarah apa yang kau pilih dan kau tulis. Tapi akhir kehidupan mu, menjadi penentu dari perjalanan panjang mengemban misi sebagai hamba Allah, sebagai khalifah di bumi.

Semoga, kita tetap dalam lindungan Allah. Selalu istiqomah di jalan perjuangan. Tak pernah merubah haluan, meski diancam atau di iming-imingi.

-fb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. Istiqomah dalam berjuang itu susah
    Yg mudah istitahat berjuang.istiqomah yg mudah adalh menjilat silit kopet macam af x kesot mereka sungguh istqmah menjulur lidah 24 jm njilat2 tai

  2. Pilihan untuk menjadi pejuang atau pengkhianat, dihamparkan. Setiap orang diberi kemerdekaan untuk memilih. Tentu dengan segala konsekuensinya.

    Tapi si Aris Wijayantolol ODGJ/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan ANJING PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI malah memilih dalam barisan kezaliman. Kelak di akhirat kalian akan saling berbantahan dan saling tak mengakui apa yg kalian perbuat. Tapi satu tempat yg pasti bagi kalian adalah NERAKA. Kesempatan masih ada untuk kalian bertobat‼️

    1. wisss ngerii udh berani memvonis akhirat orang lain knapa ga antum fokus dan khawatirkan akhirat antum sendiri emg udh pasti masuk surga? knapa sampai repot mikirin akhirat org lain dan memvonis gitu

      1. wkwkwkwk…aku sdh ngurusin akhirat ku. Dan aku punya kewajiban ngurusin kezaliman mu dan junjungan mu, paham⁉️😝🤣😝😂
        Kebiasaan kau dan gerombolan mu suka membalikkan fakta, suka mengalihkan topik bahasan, dasar MUNAFIK‼️😝😂🤣

  3. kalau ijazah jokowi asli juga dia perlu dituntut atas korupsi hutang infrastruktur yang dibayar pakai pajak rakyat dinaikkan dan 🤥 bohong untuk menciptakan 10 juta lapangan kerja