Kelompok militan Saraya Ansar al-Sunna mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom yang mengguncang sebuah kafe di kawasan Damaskus, Suriah, pada Sabtu (5/7/2026) malam.
Serangan yang menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil itu menjadi salah satu aksi paling mematikan di ibu kota Suriah dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus memicu penyelidikan aparat keamanan mengenai pelaku dan motif serangan.

Sebuah ledakan bom mematikan di sebuah kafe di pusat kota Damaskus, Suriah, terjadi pada hari Kamis, 2 Juli 2026, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai lebih dari 20 orang lainnya.
Detail Insiden
- Lokasi Kejadian: Sebuah kafe ramai di Jalan Al-Nasr, distrik Al-Hijaz, sekitar 40 meter dari kompleks utama Istana Kehakiman kompleks peradilan utama ibu kota Damaskus.
- Metode Serangan: Kementerian Dalam Negeri Suriah mengonfirmasi bahwa ledakan berasal dari perangkat improvisasi (IED) mentah yang diisi dengan serpihan logam tajam (shrapnel). Bom tersebut ditanam di dalam kafe dan diledakkan, membantah rumor awal mengenai bom bunuh diri.
- Dampak Korban: Dari 10 korban jiwa, enam di antaranya merupakan pengacara yang sedang memeriksa dokumen hukum di kafe tersebut saat jam sidang pengadilan yang sibuk. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit di ibu kota.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Suriah, seperti dilansir BBC (5/7), tim keamanan dan penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta mengamankan area kejadian.
Tidak lama setelah insiden itu, Saraya Ansar al-Sunna merilis pernyataan melalui saluran media yang berafiliasi dengan kelompok tersebut dan mengklaim bahwa anggotanya berada di balik serangan bom tersebut.
Dalam pernyataannya, Saraya Ansar al-Sunna menyebut, “Operasi ini merupakan bagian dari kampanye kami dan akan terus berlanjut terhadap target-target yang kami anggap sebagai musuh.”
Pemerintah Suriah mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa aparat keamanan akan memburu seluruh pihak yang terlibat.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku, jaringan pendukung, serta metode yang digunakan dalam aksi pengeboman itu.
Serangan tersebut juga memunculkan kembali kekhawatiran mengenai aktivitas kelompok-kelompok bersenjata meskipun tingkat kekerasan di Damaskus telah menurun dibandingkan beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan Reuters, kemunculan nama Saraya Ansar al-Sunna dalam klaim serangan ini menarik perhatian karena kelompok tersebut relatif baru dikenal dibandingkan organisasi militan lain yang pernah beroperasi di Suriah.







Namanya “anshar al sunnah” (pembela sunnah), tp kelakuan spt setan … kelak di akhirat byk umat Muslim yg mendekati telaga Nabi SAW (Al Haudh), tp sm malaikat orang2 dpt ini diusir mendekati telaga, krn mereka sebenernya bukan umat Nabi Muhammad, hanya ngaku2 sj …
ah paling kerjaan zionist
@Ali Al bawah.. boleh jd bang.. mungkin saja..!! coz propaganda prpecahan akan slalu mreka usahakan..
☝🏻👇
target org² dgn “akal dangkal”.. nilai “IQ yg rendah”.. mudah ditipu daya syaitan..
☝🏻👇
jd belajar itu penting.. tp dimari lebih milih “kenyang perut”.. coz klo perut dah kenyang.. dah tenang dah..
😵💫😵💫