26 Ribu Tentara Israel Jadi Korban Perang Gaza

Media Israel melaporkan bahwa jumlah tentara yang mengalami luka fisik maupun gangguan psikologis sejak dimulainya agresi ke Jalur Gaza pada Oktober 2023 telah mencapai sekitar 26.000 orang. Jika diakumulasikan dengan veteran dari konflik-konflik terdahulu, total pasien aktif yang ditangani sistem rehabilitasi saat ini telah mencapai lebih dari 82.000 orang.

Di tengah lonjakan korban tersebut, sistem rehabilitasi militer kini disebut berada di ambang kehancuran akibat krisis pendanaan.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai lonjakan korban serta ancaman kelapukan sistem rehabilitasi akibat krisis pendanaan:

Skala Lonjakan Korban (Fisik dan Psikologis)

  • Status Pasien Baru: Lebih dari 26.000 personel militer dan keamanan baru telah masuk ke sistem perawatan sejak ofensif Oktober 2023 dimulai. [1, 2, 3]
  • Mayoritas Kasus Mental: Sekitar 17.000 dari pasien baru tersebut menderita gangguan psikologis (termasuk PTSD berat), di mana 7.700 di antaranya juga mengalami luka fisik. Sementara itu, sekitar 9.000 personel dirawat murni karena cedera fisik. [1, 2]
  • Beban Masa Lalu: Jika diakumulasikan dengan veteran dari konflik-konflik terdahulu, total pasien aktif yang ditangani sistem rehabilitasi saat ini telah mencapai lebih dari 82.000 orang. [1]
  • Demografi Terdampak: Tentara cadangan (reservists) mendominasi angka cedera sebesar 62%, disusul wajib militer sebanyak 21%. Hampir separuh dari pasien baru berusia di bawah 30 tahun. [1]

Krisis Pendanaan dan Ancaman Kolaps

  • Peringatan Resmi Militer: Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Amir Baram, memperingatkan secara terbuka bahwa sistem rehabilitasi nasional terancam “kolaps di bawah beban yang terlalu berat” jika reformasi struktur dan dana darurat tidak segera diimplementasikan. [1, 2]
  • Pengesampingan Anggaran: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui suntikan dana militer masif sebesar puluhan miliar shekel untuk pembelian senjata jangka panjang. Namun, kesepakatan anggaran tersebut menunda alokasi khusus untuk sistem rehabilitasi tentara akibat resistensi dari Kementerian Keuangan. [1]
  • Reformasi Tersendat: Rencana untuk mengubah Departemen Rehabilitasi menjadi badan otoritas nasional yang lebih mandiri dan fleksibel (berdasarkan rekomendasi Komite Mor-Yosef) belum dapat berjalan sepenuhnya karena krisis anggaran ini. [1]
  • Kelebihan Kapasitas Staf: Meskipun kementerian telah melipatgandakan staf kesehatan mental menjadi sekitar 4.000 profesional, rasio beban kerja sangat tidak seimbang, di mana dalam beberapa kasus seorang terapis harus menangani hingga 750 pasien. [1, 2]

Menurut data terbaru yang diumumkan militer “Israel”, sebanyak 964 perwira dan tentara dilaporkan tewas sejak dimulainya perang di Jalur Gaza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. ini yang resmi tapi gak ada angka kematiannya.
    aslinya yang mampooos belasan ribu… yang luka dan cacat puluhan ribu…
    dari Oktober 23 sampai 25…
    cuma lawan Hamas dkk…
    tentara pengecut… biasa ngelawan emak emak… lansia…anak anak dan bumil…

    woyy sangkal… keluar kau…komen…ni hasil perang zionis dengan Hamas dkk…jangan cuman bisa ngebacot khilafah khilafah… tapi cuma omdo gak ikut perang