Kali ini, saya setuju dengan Guntur Romli, kader PDIP yang dulunya juga kader PSI, yang mengatakan bahwa, kalau PSI partai peringkat kedua, masih wajar ingin mengalahkan PDIP, yang berada di peringkat pertama.
Ini PSI saja entah di peringkat ke berapa? Lolos Parlemen pun tidak, tapi hendak mengalahkan PDIP pula? Mengubah kandang banteng menjadi kandang gajah? Mana bisa? Sungguh tidak logis.
Begitulah kira-kira pernyataan Guntur Romli.
Entah apa pertimbangannya PSI ingin lolos Parlemen, tapi menjadikan seterunya adalah PDIP? Bahkan, dengan sangat atraktif, Jokowi bersedia melakukan prosesi pemberian gelar adat di Lampung, sambil menginjak kepala kerbau? Harusnya itu dihindari.
Sampai saat ini saja, tidak ada tanda-tanda suara atau elektabilitas PSI naik, apalagi meningkat tajam. Yang ada justru, seperti dikatakan Burhanuddin Muhtadi, Direktur Indikator Politik Indonesia, suara PSI masih di bawah hasil Pilpres, kemarin.
Vis a vis antara PSI dan PDIP, belum terlihat menguntungkan PSI dan merugikan PDIP. Ini hanya terlihat heboh di media; saling jawab antara petinggi PSI dan PDIP saja. Gunanya bagi kedua partai, belum ada. Tapi, bagi partai lain, tentu saja menguntungkan.
Bagi partai lain, kalau bisa saling cakar antara PSI dan PDIP sampai Pemilu saja. Karena bukan mustahil, keduanya saling cakar, pemilih justru pindah ke partai lain, yang bukan PSI dan PDIP. Misalnya pindah ke Gerindra, Golkar, atau justru PKB dan NasDem.
Menurut saya, PSI harus cepat-cepat mengubah strateginya. Tapi, mana pula bisa diberi masukan Presiden Dua Periode, yang belum pernah kalah pemilihan, yakni Jokowi. Pileg dan Pilpres itu tidak sama, mungkin itu sepenuhnya belum disadarinya. Jauh sebelum ada Jokowi, PDIP sudah pemenang.
Tapi, entahlah, orang masih percaya Jokowi bisa mengangkat suara PSI dengan strateginya saat ini. Faktanya, itu belum terlihat. Jangankan berharap elektabilitas PSI naik secara signifikan, justru yang terjadi sebaliknya? Turun dan tidak bergerak.
Apalagi Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, yang juga Menteri Kehutanan, sedang diterpa isu korupsi pula. Bisa jadi partai lain akan memulai di saat PSI sudah selesai. Ini hanya gambaran saja, betapa masih besarnya ambisi politik seorang Jokowi, meski sudah memiliki dan merasakan segalanya.
(ERIZAL)







gelar tiker….biang kerok kerusakan RI pada berantem
Woiiii Aris Wijayantolol ODGJ/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan ANJING PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu (JANCUK) PKI, gue kasih tahu lu ya bahwa:
JOKODOK PLONGA PLONGO RAJA NGIBUL MULYONO ITU ADALAH JUNJUNGAN SEKALIGUS SESEMBAHANNYA MBAH WOWO ANTEK Aseng Gemoy omon omon. Artinya dia juga junjungan sekaligus sesembahan mu ya. Jangan kau senggol² dia. Ntar lu gak diakuin sebagai anggota gerombolan lho‼️😂😝🤣😫
Melihat Mendengar Vidio, Kata Ust Alvian Tanjung
PSI Di Backup/Di Suport China DAratan Da Warga China Di Indonesia
Konon Kabarnya Memiliki Dana 400Trilyun, Yang Bisa Membedol Desa-desa Di Seluruh Indonesia Yg Menjadi Basis-Basis PDI-P…Berpindah Ke Suara PSI (PeKai Generasi Baru) Dengan Kekuatannya Itu
udah modar ajalah kalian sesama partai biang onar
partai silit saling ludah2an