Polisi Israel sengaja melempar granat kejut ke dalam mobil berisi warga Palestina di Tepi Barat

Sebuah video CCTV merekam aksi seorang anggota Polisi Perbatasan Israel yang melempar granat kejut ke dalam mobil berisi warga Palestina dan menahan pintunya agar mereka terjebak di dalam saat ledakan terjadi.

Insiden ini terjadi pada hari Minggu, 5 Juli 2026, dalam sebuah penggerebekan di kamp pengungsian Qalandiya, Tepi Barat.

Detail Kejadian dalam Video

  • Konfrontasi: Petugas berteriak kepada beberapa pemuda Palestina di dalam mobil lalu menodongkan senjata.
  • Pelemparan Granat: Petugas melemparkan sebuah granat kejut (stun grenade) melalui pintu depan.
  • Menjebak Korban: Dua penumpang belakang berhasil keluar. Namun, petugas langsung bersandar pada pintu depan untuk mengunci pengemudi di dalam saat granat meledak.
  • Penembakan: Petugas sempat melepaskan tembakan ke arah penumpang yang melarikan diri, meski mereka sudah mengangkat tangan berlindung di balik mobil.

Kondisi Korban dan Dampak Medis

Pengemudi yang terjebak dilaporkan selamat tanpa luka luar yang fatal. Meski dikategorikan sebagai senjata nonlethal, granat kejut membawa material peledak piroteknik yang dapat memicu cedera serius jika meledak di ruang tertutup rapat seperti kabin mobil.

Tanggapan Resmi Otoritas Israel

Pihak Kepolisian Israel menyatakan bahwa tindakan petugas tersebut tidak sesuai dengan prosedur resmi mereka. Departemen Investigasi Internal Kepolisian di bawah Kementerian Kehakiman melakukan penyelidikan disipliner lebih lanjut.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. ngisroil sekutunya siah azerbaycan tp siah gapernah dituduh berkhalwat dg zionist meanwhile sunni ga ngapa2in dituduh bermesraan dg zionist dari mana arahnya fitnah ini, makanya jgn suka memfitnah dan generalisir

  2. karena para zionis tahu kalau tidak ada penguasa negeri2 muslim sekarang tidak ada yang berani membela umat islam, sebagaimana khalifah