Seringkali kita terjebak pada definisi “kebaikan” versi sekuler, di mana seseorang dianggap sudah baik asalkan ramah, suka menolong, dan tidak merugikan orang lain.
Paradigma yang cacat inilah yang membuat peradaban Barat melegalkan zina suka sama suka hingga penyimpangan LGBT.
Di mata mereka, selama dilakukan atas dasar konsensus dan tidak mengganggu hak orang lain, hal itu bukanlah kejahatan.
Padahal, dalam Islam, standar kebaikan dan keburukan tidak ditentukan oleh kesepakatan manusia yang terbatas, melainkan mutlak oleh otoritas Sang Pencipta.
Sesuatu menjadi keburukan yang nyata karena menentang syariat Allah dan merusak tatanan fitrah, meskipun para pelakunya merasa senang dan tidak merasa merugikan siapa pun.
Kebaikan dalam Islam menuntut keutuhan; ia harus memenuhi hak Allah dan hak makhluk sekaligus.
Jika ada seseorang yang sangat dermawan dan rajin membantu sesama namun secara sadar meninggalkan shalat lima waktu, maka fondasi moralnya sebenarnya runtuh.
Logikanya sangat sederhana: ibarat seseorang yang luar biasa sopan dan dermawan kepada warga sekampung, namun setiap hari ia sengaja membentak dan durhaka kepada ibu kandungnya sendiri.
Tentu akal sehat kita sepakat bahwa karakter orang tersebut bermasalah.
Apalagi jika hal ini dikaitkan dengan Allah.
Sangatlah tidak logis ketika seseorang sibuk memenuhi hak sesama manusia, tetapi berani mengabaikan dan menentang hak Allah yang telah memberinya napas untuk berbuat baik itu sendiri.
Kebaikan sejati bukanlah sekadar kesepakatan sosial, melainkan ketundukan total pada aturan Tuhan.
(Amir)







seringkali kita lupa bahwa suatu hal bisa dilihat positif dan negatifnya
baik dan ramah kepada segenap makhluk hidup dan tumbuhan dimuka bumi,..tapi..meludahi perintah Allah.. bayangkan saja.
klo “sekuler” y jelas nilai² ktuhanan dilarang mencampuri nilai² dlm brnegara..
☝🏻👇
penulis memaparkan “konsensus” jg “kesepakatan sosial” mnurut ane mungkin ini lebih kpd “demon_crazy”..
☝🏻👇
jd d negri² “demon_crazy” macam Indonesi.. saat nilai² keagamaan mulai diposisikan jauh diblakang.. dgn sendirinya nilai² brnegara akan smakin mendekati “sekuler”..
😵💫😵
cepatlah sadar..!!