🇦🇷 Presiden Argentina Javier Milei secara terbuka menyatakan, “I am sincerely proud to be the most Zionist president in the world” (Saya bangga menjadi presiden paling Zionis di dunia).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Milei saat berpidato di hadapan para mahasiswa dan akademisi Yahudi di Yeshiva University (Universitas Yeshiva), sebuah institusi Yahudi di New York, Amerika Serikat, Senin, 9 Maret 2026.
Berikut adalah poin-poin penting dan konteks di balik pernyataan tersebut:
Konteks dan Latar Belakang Pidato
- Menepis Kritik Libertarian: Kalimat tersebut dilontarkan Milei untuk merespons kritik dari filsuf sekaligus pakar teori politik libertarian, Hans-Hermann Hoppe, yang tidak sependapat dengan sikap geopolitiknya yang terlalu membela Israel. Milei menyatakan bahwa Hoppe merasa terganggu oleh dukungannya yang kuat terhadap Israel.
- Nilai Alkitabiah sebagai Fondasi: Dalam pidato yang sama, Milei menegaskan bahwa pilar-pilar peradaban Barat—yaitu hak hidup, kebebasan, dan kepemilikan pribadi—berakar kuat dari Torah (Taurat) dan Sepuluh Perintah Tuhan.
Perubahan Haluan Politik Luar Negeri Argentina
Sejak menjabat sebagai presiden pada akhir 2023, Milei secara radikal mengubah arah diplomasi Argentina yang awalnya netral menjadi sangat pro-Israel dan pro-Amerika Serikat:
- Aliansi Strategis & Isu Iran: Milei menegaskan posisi Argentina yang menganggap Iran sebagai musuh, merujuk pada peristiwa pengeboman Kedutaan Besar Israel (1992) dan pusat komunitas Yahudi AMIA (1994) di Buenos Aires.
- Pemindahan Kedutaan: Pemerintahan Milei berkomitmen penuh untuk merealisasikan pemindahan Kedutaan Besar Argentina dari Tel Aviv ke Yerusalem Barat.
- Inisiatif Regional: Bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Milei mempromosikan “Isaac Accords”, sebuah inisiatif diplomatik baru yang terinspirasi dari Abraham Accords untuk memperkuat hubungan negara-negara Amerika Latin dengan Israel.
Kedekatan Pribadi dengan Yudaisme
Meskipun dibesarkan dalam lingkungan Katolik, Milei dikenal memiliki ketertarikan spiritual yang sangat mendalam terhadap Yudaisme. Ia rutin mempelajari Taurat bersama rabi pribadinya, sering terlihat mengenakan kippah di tempat umum, dan beberapa kali menyatakan niatnya untuk berpindah keyakinan (konversi) ke agama Yahudi.
Ref:







Badut dari negara terkebelakang tentunya membutuhkan Zionis untuk bertahan.
ghoyim penjilat jionis emang hina
yah paling berkuasa 5 tahun..lagaknya udah seperti tuhan🤣🤣