Menyaksikan Jumpa Pers Jampidsus Febrie Adriansyah hari ini, maka sepertinya pertarungan masih panjang antara coklat muda vs coklat tua. Jampidsus pasti juga banyak punya rudal dan drone drone yang bisa ditembakan balik.
Di sisi lain, Coklat Muda juga sudah diatas angin karena ada barang bukti yang terpegang. Harta fantastis senilai Setengah Triliun rupiah cukup menghentak. Sekarang tinggal menemukan hubungan antara barang bukti dengan sangkaan yang mau ditembakan. Jika tidak bisa dibuktikan hubungannya maka akan menjadi serangan balik.
Isu korupsi BGN secara tersirat menjadi pemicu perang kewenangan antar penegak hukum. Itu hanya pemicu dari banyaknya gesekan sebelumnya.
Jika melihat peta saat ini, tidak semudah yang dibayangkan untuk menaklukan Coklat Tua, walau Coklat muda memiliki perangkat yang lebih komplit, termasuk satuan elit Brimob. Sebab dengan diback up TNI posisi Coklat Tua juga menjadi kuat.
Coklat Tua juga memiliki keunggulan terkait mekanisme penegakan hukum dalam sistem Integrated Criminal Justice System, dimana semua hasil penyidikan di Coklat Muda akan berpindah ke Coklat Tua sebelum ke Pengadilan…. maka ketika dinilai tidak bisa jalan tentu kasusnya akan berhenti. Alias SP3.
Di sisi lain, jika Coklat Tua ingin bergerak fight back dengan massif, maka semua petinggi Coklat Muda bisa dibidik dan disidik dan dikejar aset-asetnya dan diproses secara hukum pidana khusus. Sebab Coklat Tua selain sebagai Penuntut Umum juga untuk pidana khusus punya hak melakukan Penyidikan. Dan jika Coklat Tua yang membidik, maka Coklat Muda tidak bisa menghentikan proses hukumnya. Inilah keunggulan posisi Coklat Tua.
Jika kartu truf kewenangan ini dijalankan Coklat Tua maka akan banyak petinggi Polri yang kekayaannya tidak wajar akan digaruk Coklat Tua dan tentu saat melaksanakan akan diback up hijau loreng. Publik tentu juga tahu kalau di Coklat Muda banyak juga oknum kekayaannya tidak wajar bahkan banyak juga backingi narkoba, judi dan lainnya sehingga sumber uangnya banyak ruang abu-abu dan hitam pekat jika dikaitkan dengan penghasilan riil resminya.
Pertarungan tentu akan seru dan rakyat disuguhi hiburan penegakkan hukum yang unik di tengah kurs rupiah yang kembali diatas Rp 18 ribuan per 1 USD dan ancaman PHK akibat banyak perusahaan yang tutup.
Silakan bursa taruhan dibuka….. Kesebelasan Coklat Muda vs Coklat Tua….yang mana akan menang jika bertarung lepas….
Tapi jika “Presiden FIFA” nya turun tangan maka bursa taruhan bisa berubah. Semoga saja masih netral agar rakyat bisa melihat bagaimana saling bongkar bunker lawan satu sama lain. Karena diyakini mereka sama-sama punya bunker dengan isi yang sama…uang gelap.
Anda pasang taruhan dimana? Jangan sudah berpikir nasib hukum republik ini karena kita akan menganut hukum alam dengan penegakkan Hukum Karma, yang didahului pelaksanaan Hukum Rimba dulu di sesama oknum penegak hukum.
(Gede Pasek Suardika)







Af luh mihak mana
lambat laun hukum rimba dan hukum jalanan yang akan berjalan di negeri ini krn rakyat sdh gak percaya pada para penegak hukumnya