“Katanya ekonomi lagi lesu. Tapi kok coffee shop tetap penuh. Mall tetap rame?”

“Katanya in this economy. Tapi kok coffee shop tetap penuh. Mall tetap rame? “

Well..
Setelah hibernasi cukup lama di dalam rumah, akhirnya saya memutuskan untuk jalan-jalan ke Mall terbesar di Samarinda ini, trus nongkrong di Kopi Kenangan dekat rumah

Saya pengen tahu kondisi real ekonomi, dengan mata kepala sendiri dan pengalaman saya sendiri…

Saat jalan-jalan ke Mall, ada banyak space tenant yang kosong. Orang rame hilir mudik, tapi banyak yang tidak bawa tentengan/belanjaan apapun.

Resto hanya beberapa yang full packed.
Di beberapa resto lainnya, banyak yang beli pake voucher Tiktok.

Di Area playground, hanya sedikit anak-anak yang main, padahal saat itu weekend. Beda jauh saat anak2 saya masih bocil dulu, rame nya ampun-ampun-an banget

Trus saat nongkrong di Kopi Kenangan bareng besti kemarin di tengah hari saat orang Sholat Jumat kemarin, rame banget manusia.

Setelah diperhatikan, 1 orang cuma pesan 1 minum. Tapi nongkrong nya berjam-jam. Tanpa refill minuman, tanpa tambahan cemilan atau makanan.

Ada yang bergerombol ngobrol, Ada yang sambil kerja bawa laptop

Contohnya saya dan teman, kami cuma beli 2 kopi, nongkrongnya 3 jam. Dalam durasi itu, jumlah manusianya ga kurang, tapi nambah terus

Yang datang sebelum kami, tetap stay saat kami memutuskan pulang. Berarti lebih dari 3 jam.

So..
Kelihatan full customer, tapi isinya sama selama berjam-jam. Mana mode bokek semua pula.

Modal 1 kopi, udah numpang AC, numpang ngecas hape dan laptop berjam-jam, numpang toilet.

Untungnya ga numpang mandi sekalian

Dan kalau dihitung, itu pengeluaran yang lumayan buat cafe.

Apakah masih ada untung?
Jelas masih. Tapi ga banyak..

(Al Fatin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar